BANDA ACEH – Anggota Fraksi Partai Aceh DPRA, Abdullah Saleh, S.H., mengatakan, seorang pemimpin yang baik harus menerapkan empat sifat Rasulullah dalam kepemimpinannya.

“Pertama, shiddiq. Di mana pemimpin itu harus berkata benar, menepati janji, dan tidak ada kemunafikan di dalamnya,” ujar Abdullah Saleh, dihubungi portalsatu.com/, Sabtu, 30 Juni 2018.

Selanjutnya, amanah. Di Aceh, kata Saleh, salah satu bentuknya yakni menegakkan syariat Islam. “Kalau tidak seperti itu tidak amanah,” katanya.

Dua sifat lainnya harus dimiliki seorang pemimpin, kata Saleh, yakni tabligh dan fathanah. Tablig berarti menjadi penyambung lidah amanah Allah dan Rasul. Sementara fatanah, berarti pemimpin harus cerdas, tidak lugu, dan dapat membaca segala kemungkinan.

“Kalau keempatnya dimiliki, atau setidaknya mendekati sudah bagus, maka jalannya pemerintahan akan baik. Itu sudah jaminan Allah,” ujar Saleh.

Ditanya apakah sistem pemerintahan di Aceh saat ini mencerminkan keempat sifat tersebut, Saleh meniai, “Kayaknya, jauh sekali”.[]