LHOKSUKON – Ketua DPR Aceh, Tgk. Muharuddin mendesak Pemerintah Aceh memberikan perhatian terhadap pembangunan tanggul pemecah gelombang (breakwater) di pantai Kuala Keureutoe, Kecamatan Lapang, Aceh Utara. Pasalnya, abrasi pantai semakin meluas, sehingga masyarakat setempat merasa khawatir dengan dampak buruk yang berpotensi terjadi saat pasang purnama.

“Kita berharap adanya atensi Pemerintah Aceh untuk segera mengalokasikan kembali anggaran pembangunan tanggul di tahun 2019 nanti,” ujar Muharuddin saat mengunjungi lokasi itu, Minggu, 18 Maret 2018.

Muharuddin menyampaikan itu merespons harapan masyarakat setempat. Berdasarkan keterangan warga setempat, kata Muharuddin, pengikisan di sepanjang bibir Muara Kuala Keureutoe dan pantai di desa itu semakin mengkhawatirkan. Sejumlah warga setempat mulai resah, khususnya saat terjadi pasang purnama.

Menurut Muharuddin, pada tahun 2016 lalu, ia sudah memperjuangkan pengalokasian dana senilai Rp3,5 miliar untuk pembangunan tebing. Dia mengatakan, pengikisan akibat abrasi yang terjadi sejak bertahun-tahun lalu jika dibiarkan juga akan merusak rumah warga dan fasilitas publik lainnya.

“Jadi, harapan saya agar pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi hal tersebut. Apalagi selama ini ada tiga desa seperti Kuala Keureutoe, Kuala Cangkoi dan Matang Baroh yang abrasinya semakin parah, terutama saat terjadi pasang purnama,” ujar Muharuddin.

Geuchik Kuala Keureutoe, M. Kaoy saat mendampingi Ketua DPRA meninjau lokasi itu, berharap pemerintah agar memasang batu pemecah ombak (gelombang) untuk mencegah abrasi pantai semakin meluas. Ia juga menanyakan keseriusan pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten terkait kondisi abrasi tersebut. Pasalnya, kata Kaoy, setiap tahun pengikisan pantai semakin parah saat memasuki musim cuaca ekstrem.

“Jadi kami sangat menaruh harapan kepada Pemerintah Aceh untuk segera meminimalisir abrasi ini. Terima kasih kami kepada Tgk. Muhar yang sebelumnya telah merespons keluhan kami dengan baik. Mudah-mudahan Pemerintah Aceh saat ini juga terketuk hatinya untuk segera memberikan bantuan lebih lanjut,” kata Kaoy.[](rel)