BANDA ACEH – Direktur IDeAS, Muzami HS mengatakan stigma nasional kerap menganggap teroris dekat dengan Aceh dan selalu mengaitkan pelaku atau aksi teror dengan Aceh.

“Semua pelaku teror selalu dikaitkan dengan Aceh,” ucap Muzami dalam sambutannya saat pembukaan diskusi publik bertajuk “Resolusi Penanganan Berkembangnya Gerakan Radikalisme”, di Cafe 3in1 Banda Aceh, Kamis, 30 Maret 2017.

Muzami menyebut stigma nasional sudah menganggap Aceh sebagai ladang teroris. Munculnya kabar tentang bukit Jalin sebagai tempat latihan teroris juga menambah citra Aceh sebagai tempat teroris. “Aceh bukan tempat pelatihan teroris,” kata dia.

Sebab itu butuh tindakan untuk menghilangkan citra Aceh yang dianggap dekat dengan aksi teror. Menurut dia, butuh tindakan jangka panjang untuk menangani hal ini. Sedangkan yang ada sekarang hanya penanganan jangka pendek.

“Penanganan teroris hanya pada penangkapan atau penembakan, itu kan penanganan jangka pendek,” kata Muzami.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kesbangpol Aceh Mahdi Efendi, FKPT Aceh Kurniawan, Pakar Resolusi Konflik Unsyiah Effendi Hasan, akademisi dan masyarakat.[]