27 C
Banda Aceh
Minggu, Oktober 17, 2021

Aceh Hari Ini: Akibat Perang Raja Siak Syarif Kasim Hijrah ke Aceh

Pada 10 September 1947, raja kerajaan Siak Sri Indrapura, Sultan Syarif Kasim bersama istri dan keluarganya tiba di Banda Aceh. Mereka pindah ke Aceh karena situasi perang di Sumatera.

Ketika tiba di Aceh, Sultan Syarif Kasim dan istrinya Syarifah Fadlun diterima dengan dan baik dan dilibatkan dalam berbagai kegiatan, seperti pada 5 Oktober 1947 menjadi pembicara pada rapat umum organisasi perempuan di Banda Aceh. Sultan Syarif Kasim menjadi pembicara bersama Gubernur Muda Sumatera Utara MR SM Amin, Hadji A, dan Halim Hasan, tentang kewajiban perempuan dalam perjuangan.

Kemudian pada 10 Januari 1948 dengan Ketetapan Gubernur Sumatera Utara di Banda Aceh tanggal 18 Desember 1947 Sultan Syarif Kasim diangkat menjadi Penasehat Pemerintah Daerah Aceh dan statusnya diakui sebagai pegawai negara di Residen Aceh.

Selanjutnya pada 19 Juni 1948, ketika Presiden Soekarno melantik MR SM Amin menjadi Gubernur Sumatera Utara (sebelumnya Gubernur Muda) di Banda Aceh, Sultan Syarif Kasim yang sudah menetap di Banda Aceh juga menghadirinya. Beliau menjadi salah satu tamu kehormatan yang diberi tempat di antara rombongan Presiden Soekarno dan Gubernur Militer Aceh Langkat dan Tanah Karo Jendral Mayor Tituler Teungku Muhammad Daod Beureu’eh bersama para pejabat Residen Aceh lainnya.

Begitu juga saat peringatan Nuzulul Qur’an malam 17 Ramadhan di halaman Masjid Raya Biturrahman Banda Aceh, bertepatan dengan tanggal 23 Juli 1948, Sultan Syarif Kasim juga hadir dan berada di antara para pejabat sipil dan militer Keresidenan Aceh.

Baca Juga: Penduduk Aceh Menjarah Gudang Logistik Jepang

Teuku Alibasjah Talsya dalam buku Sekali Republiken Tetap Republiken halaman 146-147 menjelaskan, Sultan Syarif Kasim pada malam 10 Juni 1949 juga menyampaikan pidato perjuangan di radio Suara Indonesia Merdeka di Banda Aceh. Pidatonya ditujukan kepada rakyat Indonesia di daerah pendudukan Belanda, terutama untuk rakyatnya di Siak Sri Indrapura (Riau).

Pada awal pidatonya, ia menyampaikan tentang kelicikan Belanda yang mengingkari perundingan dengan Pemerintah Republik Indonesia dengan melakukan agresi militer. Meski Pemerintah Republik Indonesia dan Belanda sedang mengupayakan perundingan lanjutan dengan dasar kesepakatan Roem-Royen.

Ia meminta kepada rakyat Siak/Riau dan rakyat Indonesia di daerah pendudukan Belanda untuk tetap waspada. Ia juga menyinggung tentang keikutsertaan wakil dari Siak dan daerah-daerah lainnya di Sumatera dalam Muktamar Sumatera di Medan untuk mendirikan Negara Sumatera Timur bikinan Belanda. Ia menegaskan itu bukanlah keinginan rakyat Siak, tapi hanya segelintir orang yang telah diperalat Belanda. Salah satu bagian pidato Sultan Syarif Kasim itu adalah seperti kutipan di bawah ini.

“Saya sebagai putra dari daerah Siak, yang telah hidup di tengah-tengah rakyat Siak, dan mengetahui apa yang terkandung dalam hasrat rakyatnya, saya menegaskan bahwa kegiatan-kegiatan politik untuk melepas diri dari Republik itu bukanlah kemauan rakyat Siak sendiri. Bukan, walaupun orang-orang mengobar-ngobarkan seperti itu.

Saya percaya, rakyat Siak sebaimana juga rakyat-rakyat Republik di lain-lain tempat yang sekarang dalam kekuasaan Belanda, hanya mempunyai satu keinginan. Keinginan hendak hidup bebas di bawah kibaran sang merah putih Republik Indonesia. Dalam pimpinan Presiden dan Wakil Presiden kita tercinta, Soekarno-Hatta.”

Baca Juga: Kritik Dokarim Kepada Belanda Dalam Hikayat Prang Kompeuni

Pidato Sultan Syarif Kasim dari Banda Aceh itu kemudian dicetak di Siak dalam bentuk brosur dan dibagi-bagikan kepada penduduk. Hal itu kemudian mampu mempengaruhi rakyat Siak untuk tetap berdiri di belakang pemerintah Republik Indonesia, dan menolak upaya Belanda untuk mendirikan Negara Siak sebagaimana yang telah dilakukan terhadap Negara Sumatera Timur.

Hal itu dibuktikan pada 20 Oktober 1949, Bupati Militer Bengkalis menyampaikan pernyataan rakyat Siak kepada Sultan Syarif Kasim yang sudah lama menetap di Banda Aceh, bahwa rakyat Siak tetap berdiri teguh mengikuti Sultan Siak dan Pemerintah Republik Indonesia.

Rakyat Siak memprotes usaha Belanda membentuk Siak-raad yang dipimpin oleh Aboebakar sebagai ketua dan Dt Ahmat serta Dt Kasim sebagai anggota. Rakyat Siak hanya memandang sah Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Bengkalis yang dibentuk pada November 1948.

Dalam masa-masa genting itu, Sultan Syarif Kasim bersama istri dan keluarganya tetap tinggal di Banda Aceh. Ia baru kembali ke Siak/Riau setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh Belanda terwujud, dan Indonesia benar-benar merdeka seutuhnya.[]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Terbaru

Alhamdulillah, Kafilah Subulussalam Juara Umum MQK Tingkat Provinsi Aceh

SUBULUSSALAM - Kafilah Kota Subulussalam berhasil meraih juara umum pada event Musabaqoh Qiraatil Kutub...

Ini Respons Kuasa Hukum Dinas PUPR Soal Gugatan Rekanan Gedung Kesenian Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Dinas PUPR Lhokseumawe belum memberikan penjelasan soal belum dibayarnya sisa pekerjaan 25...

Babak Kualifikasi Musabaqah Qiraatil Kutub II Aceh Tuntas

BANDA ACEH – Babak kualifikasi Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK)-II Aceh yang digelar di Kompleks...

Kemal Attaturk Dinilai Tidak Pantas Dijadikan Nama Jalan di Indonesia

BANDA ACEH – Rencana pemerintah menabalkan nama tokoh sekuler Turki Kemal Attaturk sebagai nama...

Aceh Hari Ini: Rakyat Aceh Rebut Perusahaan Numora Jepang

Pada 16 Oktober 1945, perusahaan perkebunan Jepang, Numora yang mengelola sembilan perkebunan besar di...

Rekanan Pembangunan Gedung Kesenian Lhokseumawe Tahap II Gugat Dinas PUPR ke Pengadilan

LHOKSEUMAWE - Wakil Direktur III CV Muhillis & Co., Rustam (58), melalui kuasa hukumnya,...

Aceh dan Sumut Bersiap Helat PON 2024

PAPUA – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, diwakili Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, bersama Gubernur Sumatera...

Pengacara Warga Krueng Luas Minta Polisi Tetapkan Bupati Aceh Selatan Sebagai Tersangka

BANDA ACEH - Muhammd Reza Maulana, S.H., kuasa hukum atau pengacara Jasman HR., warga...

Jabatan Keuchik Gampong Paya Bilie Lhokseumawe Lowong

LHOKSEUMAWE - Jabatan Keuchik Gampong Paya Bilie, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, lowong. Pasalnya,...

‘Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa Mangkrak Bisa Mencoreng Institusi Kejaksaan’

LHOKSEUMAWE – Pemerhati hukum, Muji Al-Furqan, S.H., turut menyoroti Kejaksaan Negeri Lhokseumawe yang hingga...

Aceh Hari Ini: Ulama Aceh Mengeluarkan Maklumat Perang Sabil

Pada 15 Oktober 1945, ulama Aceh menggelar muzakarah  membahas upaya-upaya mengakhiri kekuasaan Jepang, dan...

Program TMMD Selesai, Walkot Bintang Resmikan Jalan Tembus Darussalam-Singkohor

  SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, S.E meresmikan pemakaian jalan tembus...

Kasus Korupsi di Dinas Syari’at Islam Gayo Lues Dilimpahkan ke PN Tipikor Banda Aceh

BLANGKEJEREN - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gayo Lues telah melimpahkan berkas perkara...

Begini Kondisi Terkini Wastafel Disdik Provinsi di SMA/SMK Aceh Utara dan Lhokseumawe

ACEH UTARA – Pengadaan ratusan wastafel dan sumur bor oleh Dinas Pendidikan Provinsi Aceh...

Harga Kopi Gayo Naik Lagi, Ini Daftar Terbaru

BLANGKEJEREN - Harga gabah kopi gayo di Kabupaten Gayo Lues kembali mengalami lonjakan. Harga...

Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa: ‘Tugas Kejari Menegakkan Hukum, Bukan Bicara Untung-Rugi’

LHOKSEUMAWE – LSM Gerakan Transparansi dan Keadilan (GerTaK) kembali mempertanyakan perkembangan kasus dugaan korupsi...

Aceh Hari Ini: Show of Force Pejuang Aceh Melawan Jepang

Usai salat hajat dan salat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman, Residen Aceh Teuku Nyak...

UAS Resmikan Pesantren Darul Affani, Ziarah ke Oboh, Hadiri Peringatan Satu Dekade PMDR

SUBULUSSALAM - Ustadz Abdul Somad (UAS) meresmikan Pondok Pesantren Darul Affani Desa Harapan Baru,...

‘PLTU Lhoknga tak Beroperasi, PT SBA Berpotensi Rugikan Keuangan Negara 15 Miliar/Hari’

BANDA ACEH - Direktur Koalisi NGO HAM Aceh, Zulfikar Muhammad, menemukan data baru terkait...

Kempo Tambah Medali Emas untuk Aceh

SENTANI – Perjuangan keras kenshi (atlet kempo) di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX...
Butuh CCTV, dapatkan di ACEH CCTV. ALAMAT: Jln Tgk Batee Timoh lr Peutua II, Gampong (Desa) Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh. Kode Pos 23114. TLP/WA : 0822.7700.0202 (MUSRIADI FAHMI). Taqiyya Cake and Bakery, Tersedia: Brownies, Bolu pandan, Bolpis, Bolu minyak, Bolu Sungkish, Ade, Donat, Serikaya, Raudhatul Jannah (082269952496), Perum Gratama Residence No 5 Mibo Lhoong Raya Banda Aceh. Kunjungi Showroom Honda Arista. Jl. Mr. Teuku Moh. Hasan No.100, Lamcot, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 23242. Hubungi: No Tlp/WA : 082236870608 (Amirul Ikhsan). Kunjungi Usaha Cahaya Meurasa/ Kue Kacang Alamat: Perumahan Cinta Kasih, Gampong (Desa) Neuheun, Kec. Masjid Raya, Aceh Besar. Tersedia Kue Malinda/Kacang dan Nastar. Hubungi TLP/WA: 085277438393 (Nurjannah) - Bimbel Metuah, Almt: Jl. Seroja No. 5, Ie Masen Kayee Adang, Ulee Kareng, Banda Aceh. HP/WA: 0823 6363 2969 (Ola). Instagram: @bimbelmetuah @metuah_privat