29.9 C
Banda Aceh
Rabu, Juni 29, 2022

Aceh Hari Ini: Etnis Tionghoa Minta Perlindungan ke Residen Aceh

Pada 3 Maret 1947, Gabungan Perkumpulan Tionghoa Perantau (GPTP) di Banda Aceh merayakan ulang tahun pertama. Mereka juga melakukan rapat umum yang diikuti oleh berbagai golongan masyarakat Tionghoa, mereka meminta perlindungan kepada tentara Residen Aceh.

Kemudian pada 8 April 1947, GPTP Aceh melakukan pertemuan dan jamuan teh dengan Panglima Tentara Komandemen Sumatera, Letnan Jenderal Soehardjo Hardjowardjono. Dalam pertemuan tersebut Ketua GPTP Aceh, Liong Jaw Hiong meminta kepada TNI untuk memberi perlindungan kepada para pedagang Tionghoa di seluruh Aceh. Liong Jaw Hiong mengakui bahwa berkat pengamanan TNI, orang-orang Tionghoa dapat berusaha mencari nafkah di seluruh Aceh.

Baca Juga: Kolonel Husein Jusuf Kepala Pertahanan Daerah Aceh.

Menjawab permintaan itu, Letnan Jenderal Soehardjo Hardjowardjono menegaskan, TNI akan melindungi segala lapisan masyarakat, termasuk etnis asing, asalkan tidak menghalang-halangi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, seperti yang diakukan kelompok Poh An Tui milisi Cina yang dipersenjatai sekutu untuk melawan pejuang Indonesia.

“Kami berjuang untuk kemerdekaan bangsa dan tanah air, sebagaimana rakyat dan pemimpin tuan-tuan (Cina) berjuang kebahagiaan bangsa dan tanah airnya. Kami akan membantu setiap orang dan melindungi siapa saja yang memerlukan perlindungan,” tegasnya.

Sehari kemudian, 9 April 1947, GPTP Aceh juga melakukan pertemuan dengan Gubernur Muda Sumatera Utara, MR SM Amin di Banda Aceh. Dalam pertemuan itu hadir juga Residen Aceh TT Muhammad Daodsyah, Staf Gubernur Sumatera Utara MR Teuku Muhammad Hanafiah, Letnan Kolonel M Nazir dari Komando TRI Divisi X, Kepala Polisi Residen Aceh bersama para pejabat dari beberapa jawatan pemerintah di Aceh.

Dalam pertemuan itu Gubernur Muda Sumatera Utara, MR SM Amin, meminta supaya orang-orang Tionghoa di Aceh bisa selalu menyesuaikan diri dengan perjuangan bangsa Indonesia. “Bangsa Indonesia akan terus berjuang sampai berapa lama sekalipun untuk kemerdekaan tanah airnya,” kata MR SM Amin.

Baca Juga: Tentara Perjuangan Rakyat Kudeta Residen Aceh.

Kemudian pada 9 Juni 1948, Liong Jaw Hiong yang berada di Penang, Malaysia diwawancarai oleh jurnalis dari  The Straits Echo dan  The Time of Malaya, dua surat kabar berbahasa Inggris yang terbit di Penang. Ia membantah provokasi Belanda dan Sekutu yang mengatakan masyarakat etnis asing hidup terancam di Aceh.

Menurutnya, kabar yang mengatakan terjadi perselisihan politik dan kekacauan di Indonesia yang sering disiarkan media pro Belanda, sama sekali tidak benar. Etnis Tionghoa, India dan Arab bisa hidup berusaha dan berkembang di Aceh, di bawah pengawasan dan perlindungan Residen Aceh.

Malah kata Liong Jaw Hiong, ketika di daerah lain di Indonesia yang telah diduduki pasukan Sekutu, harga-harga barang menjadi tinggi, barang-barang kebutuhan rakyat jadi langka, tapi tidak di Aceh. “Ketika harga barang di daerah Sekutu melambung tinggi dan langka, di Aceh keadaannya melimpah ruah dan juga murah,” jelas Liong Jaw Hiong.

Selain itu kata Liong Jaw Hiong, roda pemerintahan di Aceh berjalan dengan baik, sejak Residen Aceh yang dipimpin Teuku Muhammad Arief berhasil mengambil alih pemerintahan dari Jepang. Di Residen Aceh juga tidak terjadi perselisihan antara rakyat Aceh dengan etnis minoritas Tionghoa, India dan Arab. Perdagangan dan ekspor impor barang dari Aceh ke Penang dan Singapura juga berjalan dengan baik, meski mendapat blokade dari Belanda di Selat Malaka.

Baca Juga: Perang Idi Rayeuk, GAM Kuasai Kota.

Pada 12 Juli 1947, GPTP Aceh kembali mengadakan konferensi di Peunayong, Banda Aceh. Pembukaan konferensi etnis Tionghoa ini juga dihadiri oleh pejabat sipil dan militer Residen Aceh. Saat pembukaan konferesi selain menyanyikan lagu Indonesia Raya juga dinyanyikan lagu kebangsaan Tiongkok.

Wakil Ketua GPTP Aceh Tjoe Tjau Nam dalam sambutannya menjelaskan tentang kiprah GPTP yang baru berusia setahun dan mengucapkan terimakasih kepada Residen Aceh dan tentara TRI di Aceh yang memberi perlindungan kepada etnis Tionghoa di Aceh. Ucapan yang sama juga disampakan perwakilan GPTP Idi, Tjoeng Tieng Fong mewakili pengusaha Tionghoa dari berbagai daerah di Aceh.

Sementara Residen Aceh menyatakan kegembiraannya atas terjalinnya hubungan baik antara rakyat Aceh dengan etnis Tionghoa dan berharap hubungan baik itu bisa terus berkembang lebih baik di berbagai bidang. Hal yang sama juga disampaikan Kapten Hasbi Wahidy dari Komando TRI Divisi X, ZF Soetikno dan Ali Hasjmy. Tentang semua itu bisa dibaca dalam buku Modal Perjuangan Kemerdekaan yang ditulis oleh Talsya. Buku ini diterbitkan oleh Lambaga Sejarah Aceh pada tahun 1990.[]

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA POPULER

Terbaru

BNN Musnahkan Enam Hektare Ladang Ganja di Aceh Utara

ACEH UTARA - Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan ladang ganja sekitar enam hektare...

Dinkes Subulussalam Gelar Peningkatan Kapasitas Tenaga UKS/UKGS

SUBULUSSALAM - Dinas Kesehatan Kota Subulussalam melaksanakan peningkatan kapasitas Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan...

Hadiri Pengukuhan MAA Sumut, Ini Pesan Edy Rahmayadi kepada Pengurus dan Masyarakat Aceh

MEDAN – Lembaga Majelis Adat Aceh (MAA) Perwakilan Sumatera Utara masa bakti 2022-2027 resmi...

MAA Sumatra Utara Dikukuhkan

MEDAN – Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Al Haythar resmi mengukuhkan...

Di Pidie, Pick Up Berisi Belasan Drum BBM Bersubsudi Ditangkap TNI

SIGLI - Satuan intel Kodim 0102 Pidie mengamankan sopir beserta satu unit Pick Up...

PT PIM Serahkan Rumah Bantuan kepada Warga Lingkungan

LHOKSEUMAWE - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menyerahkan satu Rumah Sehat Sederhana (RSS) kepada...

Polres Gayo Lues Gelar Lomba Menembak, Lima Jurnalis Kerahkan Kemampuan

BLANGKEJEREN - Jajaran Polres Kabupaten Gayo Lues menggelar lomba menembak di lapangan tembak Yon...

ISBI Aceh Review Draf Kurikulum MBKM 2022, Didampingi Tim ISI Denpasar

BANDA ACEH - ISBI Aceh mendatangkan Tim Pendamping dari ISI Denpasar guna mereview draf...

Warga Muara Satu Keluhkan Pembangunan Jalur Kereta Api, Ini Kata Ketua DPRK Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Warga Gampong Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, meminta PT KAI...

Antisipasi Penyalahgunaan ADD, DPMK Subulussalam Beri Penuyuluhan Hukum Aparatur Desa

SUBULUSSALAM - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampong (DPMK) Kota Subulussalam melaksanakan kegiatan penyuluhan hukum...

Temuan DPRA Tentang Gedung Diagnostik , Ini Penjelasan Direktur RSU TCD Sigli

SIGLI - Bangunan Gedung Diagnostik Center Rumah Sakit Umum Tgk Chik Ditiro (RSU-TCD) Sigli,...

Pemko Subulussalam Bangun Aspal Hotmix Sepanjang 12 Kilometer di Longkib

SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota Subulussalam tahun ini membangun jalan aspal hotmix sepanjang 12 kilometer...

Wali Nanggroe Kukuhkan MAA Jabar, Dihadiri Ridwan Kamil

BANDUNG – Majelis Adat Aceh (MAA) sebagai lembaga ujung tombak penanggung jawab pembangunan adat...

KPT Banda Aceh Lantik KPN Jantho, Meureudu, dan Bireuen

BANDA ACEH - Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Banda Aceh, Dr. H. Gusrizal, S.H., M.Hum.,...

DPRK Lhokseumawe Usulkan Tiga Nama Calon Pj. Wali Kota

LHOKSEUMAWE - Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lhokseumawe telah mengusulkan tiga nama calon Penjabat...

Joki Binaan KONI Aceh Juarai Kejurnas Berkuda Piala Menhan

BANDA ACEH – Atlet Berkuda (Joki) binaan KONI Aceh pada program Pemusatan latihan daerah...

Insentif Anggota MAA Gayo Lues Diduga Ditilep 16 Bulan, Mantan Sekretaris Membantah

BLANGKEJEREN - Insentif 35 orang anggota Majlis Adat Aceh (MMA) Kabupaten Gayo Lues diduga...

Ustaz Yusran Hadi: Perbanyaklah Syukur Kepada Allah, Khususnya Calon Jamaah Haji Tahun Ini

BANDA ACEH - Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda (MIUMI) Provinsi Aceh Dr. Muhammad...

Seleksi Pejabat Eselon II Empat OPD Pidie Tuntas, Ini Daftar Tiga Besar

SIGLI - Seleksi pejabat eselon II untuk empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD di lingkup...

Sembilan Santri Dayah Mataqu Lhokseumawe Raih Juara MTQ Aceh di Bener Meriah

LHOKSEUMAWE – Sembilan santri Dayah Dayah Ma’had Ta’limul Qur’an (Mataqu) Ustman Bin Affan Lhokseumawe...