27 C
Banda Aceh
Minggu, Oktober 17, 2021

Aceh Hari Ini: Spionase Pemuda Aceh ke Markas NICA

Pada 28 September 1945, Azhar Azis, seorang pemuda Aceh dari Ikatan Pemuda Indonesia (IPI) Banda Aceh, dikirim ke markas tentara Nederlandsch Indië Civil Administratie atau Netherlands-Indies Civil Administration (NICA) di Sabang untuk melakukan spionase.

Azhar Aziz yang fasih berbahasa Inggris dan Belanda, menyamar ke markas NICA untuk melakukan spionase, tentang rencana Belanda menyerang Aceh, setelah Pulau Weh, Sabang diserahkan kepada Sekutu sebulan sebelumnya, yakni pada 25 Agustus 1945.

Belanda akan menyerang Aceh untuk menaklukkan kembali seluruh wilayah Republik Indonesia yang baru memproklamirkan kemerdekaan. Aceh merupakan satu-satunya wilayah republik yang tidak bisa dimasuki Belanda pada agresi kedua tersebut.

Untuk memata-matai pergerakan dan rencana tentara Belanda dan sekutunya Inggris di Sabang itu, Azhar Aziz mengemban tugas spionase di pulau paling barat Sumetera tersebut. Ia berhasil menyelundup ke markas NICA dan bekerja sebagai jongos di sana.

Baca Juga: Kawat Palsu Pemuda Aceh Untuk KNIL

Teuku Alibasjah Talsya dalam buku Batu Karang di Tengah Lautan mengungkapkan, dalam menjalankan aksinya spionase tersebut, Azhar Aziz benar-benar mampu menyembunyikan identitasnya sebagai pemuda terpelajar. Ia berlagak seperti orang dungu dan berhasil bekerja pada seorang perwira Belanda.

Kesempatan tersebut dipakai untuk mendengar setiap pembicaraan “tuannya” dengan para pejabat militer, khususnya tentang rencana penyerangan Aceh. Ia juga berhasil membawa masuk beberapa kawannya untuk bekerja di sana, baik sebagai tukang kebun, tukang masak, bahkan pesuruh, salah satu kawannya itu adalah Mohammad Junus yang dipercayakan sebagai krani.

Azhar Aziz yang melakukan spionase di markas NICA membocorkan informasi bahwa pasukan 26th Indian Division yang dipimpin Mayor Jenderal HM Chamber telah ditugaskan untuk menduduki Sumatera. Berita itu diperkuat dengan selebaran yang dijatuhan (disebarkan) dari udara oleh pesawat Belanda.

Untuk menghadapi kemungkinan masuknya Belanda dan sekutunya ke Aceh, rakyat Aceh terus memperkuat angkata bersenjata Angkatan Pemuda Indonesia (API) dengan senjata-senjata rampasan dari Jepang.

Sepanjang jalan utama di Banda Aceh di dinding-dinding bagunan digrafiri semboyan-semboyan perjuangan oleh para pemuda. Grafiti tersebut isinya seperti : Medeka 100 Persen, Merdeka atau Mati, Berjuang dan Syahid di Jalan Allah. Selebaran-selebaran dengan isi senada juga ditempelkan di pohon-pohon dan bangunan di jalan-jalan protokol.[]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Terbaru

Alhamdulillah, Kafilah Subulussalam Juara Umum MQK Tingkat Provinsi Aceh

SUBULUSSALAM - Kafilah Kota Subulussalam berhasil meraih juara umum pada event Musabaqoh Qiraatil Kutub...

Ini Respons Kuasa Hukum Dinas PUPR Soal Gugatan Rekanan Gedung Kesenian Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Dinas PUPR Lhokseumawe belum memberikan penjelasan soal belum dibayarnya sisa pekerjaan 25...

Babak Kualifikasi Musabaqah Qiraatil Kutub II Aceh Tuntas

BANDA ACEH – Babak kualifikasi Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK)-II Aceh yang digelar di Kompleks...

Kemal Attaturk Dinilai Tidak Pantas Dijadikan Nama Jalan di Indonesia

BANDA ACEH – Rencana pemerintah menabalkan nama tokoh sekuler Turki Kemal Attaturk sebagai nama...

Aceh Hari Ini: Rakyat Aceh Rebut Perusahaan Numora Jepang

Pada 16 Oktober 1945, perusahaan perkebunan Jepang, Numora yang mengelola sembilan perkebunan besar di...

Rekanan Pembangunan Gedung Kesenian Lhokseumawe Tahap II Gugat Dinas PUPR ke Pengadilan

LHOKSEUMAWE - Wakil Direktur III CV Muhillis & Co., Rustam (58), melalui kuasa hukumnya,...

Aceh dan Sumut Bersiap Helat PON 2024

PAPUA – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, diwakili Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, bersama Gubernur Sumatera...

Pengacara Warga Krueng Luas Minta Polisi Tetapkan Bupati Aceh Selatan Sebagai Tersangka

BANDA ACEH - Muhammd Reza Maulana, S.H., kuasa hukum atau pengacara Jasman HR., warga...

Jabatan Keuchik Gampong Paya Bilie Lhokseumawe Lowong

LHOKSEUMAWE - Jabatan Keuchik Gampong Paya Bilie, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, lowong. Pasalnya,...

‘Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa Mangkrak Bisa Mencoreng Institusi Kejaksaan’

LHOKSEUMAWE – Pemerhati hukum, Muji Al-Furqan, S.H., turut menyoroti Kejaksaan Negeri Lhokseumawe yang hingga...

Aceh Hari Ini: Ulama Aceh Mengeluarkan Maklumat Perang Sabil

Pada 15 Oktober 1945, ulama Aceh menggelar muzakarah  membahas upaya-upaya mengakhiri kekuasaan Jepang, dan...

Program TMMD Selesai, Walkot Bintang Resmikan Jalan Tembus Darussalam-Singkohor

  SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, S.E meresmikan pemakaian jalan tembus...

Kasus Korupsi di Dinas Syari’at Islam Gayo Lues Dilimpahkan ke PN Tipikor Banda Aceh

BLANGKEJEREN - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gayo Lues telah melimpahkan berkas perkara...

Begini Kondisi Terkini Wastafel Disdik Provinsi di SMA/SMK Aceh Utara dan Lhokseumawe

ACEH UTARA – Pengadaan ratusan wastafel dan sumur bor oleh Dinas Pendidikan Provinsi Aceh...

Harga Kopi Gayo Naik Lagi, Ini Daftar Terbaru

BLANGKEJEREN - Harga gabah kopi gayo di Kabupaten Gayo Lues kembali mengalami lonjakan. Harga...

Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa: ‘Tugas Kejari Menegakkan Hukum, Bukan Bicara Untung-Rugi’

LHOKSEUMAWE – LSM Gerakan Transparansi dan Keadilan (GerTaK) kembali mempertanyakan perkembangan kasus dugaan korupsi...

Aceh Hari Ini: Show of Force Pejuang Aceh Melawan Jepang

Usai salat hajat dan salat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman, Residen Aceh Teuku Nyak...

UAS Resmikan Pesantren Darul Affani, Ziarah ke Oboh, Hadiri Peringatan Satu Dekade PMDR

SUBULUSSALAM - Ustadz Abdul Somad (UAS) meresmikan Pondok Pesantren Darul Affani Desa Harapan Baru,...

‘PLTU Lhoknga tak Beroperasi, PT SBA Berpotensi Rugikan Keuangan Negara 15 Miliar/Hari’

BANDA ACEH - Direktur Koalisi NGO HAM Aceh, Zulfikar Muhammad, menemukan data baru terkait...

Kempo Tambah Medali Emas untuk Aceh

SENTANI – Perjuangan keras kenshi (atlet kempo) di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX...
Butuh CCTV, dapatkan di ACEH CCTV. ALAMAT: Jln Tgk Batee Timoh lr Peutua II, Gampong (Desa) Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh. Kode Pos 23114. TLP/WA : 0822.7700.0202 (MUSRIADI FAHMI). Taqiyya Cake and Bakery, Tersedia: Brownies, Bolu pandan, Bolpis, Bolu minyak, Bolu Sungkish, Ade, Donat, Serikaya, Raudhatul Jannah (082269952496), Perum Gratama Residence No 5 Mibo Lhoong Raya Banda Aceh. Kunjungi Showroom Honda Arista. Jl. Mr. Teuku Moh. Hasan No.100, Lamcot, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 23242. Hubungi: No Tlp/WA : 082236870608 (Amirul Ikhsan). Kunjungi Usaha Cahaya Meurasa/ Kue Kacang Alamat: Perumahan Cinta Kasih, Gampong (Desa) Neuheun, Kec. Masjid Raya, Aceh Besar. Tersedia Kue Malinda/Kacang dan Nastar. Hubungi TLP/WA: 085277438393 (Nurjannah) - Bimbel Metuah, Almt: Jl. Seroja No. 5, Ie Masen Kayee Adang, Ulee Kareng, Banda Aceh. HP/WA: 0823 6363 2969 (Ola). Instagram: @bimbelmetuah @metuah_privat