BIREUEN – Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Daerah Bireuen diminta membeli produk hasil kerajinan tangan rakyat. Misalnya, sandal dan berbagai produk lainnya yang dihasilkan kaum perempuan di Rumoh Kreatif Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) “Beujroh” di Desa Blang Mee, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen.
Rumoh Kreatif UMKM Beujroh itu merupakan binaan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) melalui dana CSR atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan penghasil pupuk itu sejak tahun 2020. UMKM tersebut memanfaatkan tanaman purun dari lahan gambut menjadi suatu barang atau produk kerajinan yang memiliki nilai jual.
Ketua Rumoh Kreatif UMKM Beujroh, Rohani, berharap instansi terkait di Pemkab Bireuen mendukung kegiatan positif masyarakat untuk mengembangkan produktivitas kerajinan di daerah.
“Kami meminta bapak-bapak dari dinas (pemerintah) di Bireuen supaya membeli dan menggunakan produk kami untuk membantu masyarakat sendiri,” kata Rohani.
Rohani menyampaikan itu dalam pertemuan dihadiri Senior Vice President Umum PT PIM, Saifuddin Noerdin, Plt. AVP PKBL & Humas PIM, Jufri, pejabat Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPPKUKM) Bireuen, Azhar, pejabat Dinas Tenaga Kerja Bireuen Muhammad Usdami, perwakilan Balai Latihan Kerja (BLK) wilayah Bireuen, Mahfudhzillah, dan pihak Dekranasda Bireuen, di Rumoh Kreatif UMKM “Beujroh”, 23 September 2021.
Rohani juga berharap Pemkab Bireuen melalui dinas terkait memberikan bimbingan yang berkelanjutan dan bantuan lainnya sesuai kebutuhan untuk mengembangkan usaha masyarakat terutama kaum ibu-ibu di UMKM Beujroh itu.
“Kami berharap ada perhatian khusus bagi kami yang sudah berusaha mengembangkan UMKM ini dengan segala keterbatasan. Selama ini hanya PT PIM yang hadir mendukung kami dan tempat kami mencari solusi atas segala permasalahan di UMKM ini,” ujarnya.
“Ke depan dengan adanya kerja sama antarpihak ini, kami bisa lebih maju dan ikut berkontribusi terhadap daerah dengan memberdayakan masyarakat yang tidak berpenghasilan,” tambah Rohani.
Plt. AVP PKBL & Humas PT PIM, Jufri, mengatakan untuk mengembangkan UMKM itu pihaknya sangat membutuhkan dukungan dari dinas terkait di Kabupaten Bireuen agar inovasi produk yang dikeluarkan siap bersaing di pasar. Oleh karena itu, menurut Jufri, UMKM tersebut masih membutuhkan pelatihan lanjutan yang bisa dipandu pihak dinas terkait.
“Untuk mendukung tumbuh usaha UMKM Beujroh, kami juga berharap PNS di Kabupaten Bireuen dapat membeli produk UMKM ini. Dan diusahakan setiap hotel di kawasan Bireuen menyerap produk sandal dan lainnya dari UMKM Beujroh,” ujar Jufri.
Jufri menyampaikan terima kasih kepada pihak pemerhati UKM di Bireuen karena telah bersedia bekerja sama dengan PT PIM untuk membantu mengembangkan UMKM Beujroh di Gampong Blang Mee, Kecamatan Kuta Blang, Bireuen.

Menindaklanjuti kunjungan ini, BLK Bireuen berkomitmen dalam waktu dekat membantu pengembangan UMKM Beujroh dengan memberikan bantuan alat mal/cetak size sandal untuk produksi yang lebih rapi. Selain itu, pelatihan desain grafis untuk mendorong inovasi produk yang semakin bervariasi dan memiliki keunikan agar dapat bersaing di pasaran.
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bireuen juga memberikan akses bagi UMKM Beujroh untuk dapat menitipkan produk-produknya pada display pemasaran produk yang ada di dinas.
Menanggapi permintaan pengelola UMKM Beujroh, Muhammad Usdami dari Dinas Tenaga Kerja Bireuen mengaku baru tahu ada kegiatan produktif masyarakat di Desa Blang Me itu. Pihaknya akan mendukung kegiatan tersebut untuk pengembangan produk kerajinan di Kabupaten Bireuen.
“Ini menjadi pilar untuk contoh bagi pelaku usaha kecil menengah di Bireuen yang nantinya bisa meningkatkan taraf ekonomi keluarga (kaum ibu) dan menyerap tenaga kerja,” tuturnya.
Azhar dari DPPKUKM Bireuen berterima kasih kepada PT PIM yang sudah membina kelompok usaha masyarakat itu.
“Kami merasa malu karena PIM sudah duluan ambil start, tapi kami juga sangat bersyukur PIM peduli terhadap masyarakat terutama pelaku usaha. Kerja sama ini diharapkan dapat terus berlanjut untuk dapat mengembangkan UMKM di Kabupaten Bireuen,” ujarnya.
Azhar menyatakan pihaknya akan melakukan konsolidasi dengan beberapa instansi terkait untuk membahas langkah-langkah yang akan diambil untuk memajukan UMKM ini, termasuk penyerapan hasil produknya.
“Kami akan mengakomodir dan merealisasikan apapun keinginan baik dari pelaku usaha kecil menengah di Kabupaten Bireuen untuk menyejahterakan masyarakat. Itu tugas kami,” ucap Azhar.[](ril/*)








