JAYAPURA – Kontingen Aceh berhasil menambah pundi medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021 Papua. Tambahan medali tersebut disumbangkan atlet binaraga atas nama Andri Yanto yang turun di kelas 85+.
Andri Yanto sukses mengungguli empat pesaingnya dari Provinsi Yogyakarta, Banten, Papua, dan Bali, saat tampil di Auditorium Universitas Cendrawasih, Kota Jayapura, Papua, Senin, 4 Oktober 2021, malam.
Dengan tambahan medali dari cabang binaraga, Aceh saat ini telah mengoleksi tiga medali emas, dua perak dan dua perunggu. Medali emas pertama Kontingen Aceh diraih atlet sepatu roda atas nama Jihan, medali emas kedua oleh atlet muaythai atas Dara Phonna, dan medali emas ketiga dari cabang binaraga.
Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem didapuk oleh PB PON Papua untuk mengalungkan medali emas kepada Andri Yanto.
Dengan raihan tiga medali emas tersebut, untuk sementara Aceh berada di rangking 10 dari 34 provinsi se-Indonesia yang berlaga di ajang PON Papua.

Sebelumnya, Tim Sepa Bola Aceh juga sukses mengalahkan Kalimantan Timur dengan skor 3-2 pada pertandingan di Stadion Barnabas Youwe Sentani, Kabuoaten Jayapura, Papua, Senin sore
Kemenangan tersebut memastikan Aceh melaju ke babak enam besar, dan menjadi juara Grup C. Di babak enam besar, Aceh tergabung dalam Grup D yang diisi Papua (juara grup) dan Sumatera Utara (runner-up Grup B).
Pada laga penentuan tersebut, Mualem dan Kamaruddin Abu Bakar hadir langsung ke stadion untuk memberikan dukungan kepada Tim Sepak Bola Aceh. Sejumlah masyarakat Aceh yang berada di Jayapura dan sekitarnya berboyong-boyong ke stadion untuk memberikan dukungan.
Gol untuk Aceh diciptakan Reza Rizki di menit keenam, Akhirul Wahdan menit 50, dan gol bunuh diri di menit 70.
Dengan kemenangan itu, Yasvani Yusri dkk menerima sejumlah bonus antara lain dari anggota DPRA F. Rozi Rp10 juta, pengusaha Ismail Rasyid Rp10 juta, pengusaha putri asal Bireuen, Rizayati Rp10 juta, Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin Rp5 juta, Safaruddin Rp5 juta, dan anggota DPD RI asal Aceh, Ustaz Fadil Rahmi.
Pelatih tim sepak bola Aceh, Fakhri Husaini mengucapkan terima kasih kepada pengurus KONI Aceh, anggota DPRA, dan seluruh masyarakat Aceh yang sudah mendukung, serta memberikan spirit terhadap perjuangan pemain.
“Alhamdulillah kemenangan ini berkat doa restu dari masyarakat Aceh,” kata Fakhri Husaini.
Meski mereka lolos keenam besar, Fakhri, memiliki pekerjaan rumah untuk memperbaiki lini depan dan belakang. “Di depan, mereka masih belum bisa memanfaatkan sejumlah peluang emas,” kata Fakhri.
Sementara di lini bawah, diakuinya masih rentan terhadap upaya serangan lawan. Dalam waktu sisa menuju pertandingan enam besar, Fakhri mengaku akan melakukan evaluasi dan pembenahan tim.
“Selamat atas kemenangan tersebut. Mari jaga kesehatan karena kita akan kembali bertanding,” kata Abu Razak.[](ril)







