ACEH UTARA – Hujan deras mengguyur Aceh Utara dalam dua hari terakhir mengakibatkan meluapnya Sungai (Krueng) Keuruto, Krueng Pirak, dan Krueng Pase, sehingga banjir merendam permukiman warga di sejumlah kecamatan, Sabtu, 21 Januari 2023, malam.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara, Asnawi, melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Mulyadi, dikonfirmasi portalsatu.com/, Ahad, 22 Januari 2023, mengatakan banjir terjadi di Kecamatan Samudera, Tanah Luas, Pirak Timu, Matangkuli, dan Langkahan.
“Yang terdampak di Kecamatan Samudera, warga Gampong Tanjong Hagu telah mengungsi dengan jumlah KK 117 dan 420 jiwa, titik pengungsi di meunasah (surau) setempat. Penyebabnya jebol tanggul Krueng Pase di gampong tersebut,” ujar Mulyadi.
Mulyadi menyebut banjir di Kecamatan Tanah Luas ketinggian air rata-rata 40 centimeter. Sedangkan di Pirak Timu banjir akibat meluapnya Krueng Keureuto dan Krueng Pirak, mengakibatkan sebagian jalan tidak bisa dilewati dengan ketinggian air 50 sampai 75 cm.
Adapun gampong-gampong yang terendam yaitu Rayeuk Pange, Krueng, Matang Keh, Geulumpang, Leupe, Asan Krueng Kreh, Alue Bungkoh, Munye Tujuh, Ceumecet, Beuracan Rata, Bungong, dan Tanjong Seurikuy. Jumlah pengungsi 459 KK atau 2001 jiwa dari empat titik pengungsian di meunasah.
“Kondisinya ketinggian air bertahan sampai saat ini. Upaya yang dilakukan Kalaksa BPBD meminta melalui Camat/Muspika dan perangkat gampong setempat, dapat melapor secara kontinu perkembangan dan meminta kepada tim BPBD yang bertugas terus memantau lokasi banjir. Tim piket terus berkoordinasi dan tetap siaga memberi bantuan masa panik,” ujar Mulyadi.
Menurut Mulyadi, untuk Kecamatan Langkahan dan Matangkuli masih dalam proses pendataan di lapangan.
Mulyadi menambahkan pihaknya juga memonitoring situasi dan kondisi di 27 kecamatan se-Kabupaten Aceh Utara (852 gampong) oleh petugas piket Pusdalops BPBD Aceh Utara.[]




