27 C
Banda Aceh
Rabu, Oktober 27, 2021

Ada Apa di Balik Kerja Sama PT PEMA dengan PT EMP Mengelola Blok B?

Oleh Terpiadi A. Majid*

Keputusan Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang tidak mengikutsertakan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam pengelolaan Blok B adalah kebijakan yang keliru, konyol, dan tidak bermartabat.

Lapangan gas Blok B yang sepenuhnya berada di Aceh Utara, tepatnya di kampung Aron sehingga namanya ditabalkan menjadi Arun Field, ditemukan oleh Mobil Oil Corporation pada 24 Oktober 1971 di bawah kendali Bob Graves sebagai pimpinan eksplorasi ketika itu. Ladang gas terbesar dengan cadangan gas diperkirakan mencapai 17.1 trilliun kaki kubik.

Pada 16 Maret 1974, Pemerintah mendirikan PT Arun NGL Co., sebagai operator dengan kepemilikan saham 55% Pertamina, 30% Mobil Oil, dan 15% JILCO. Ekspor perdana kondensat dilakukan pada 14 Oktober 1977 dan pabrik LNG terbesar milik PT Arun NGL Co tersebut diresmikan Presiden Suharto, 19 September 1978.

Ketika dimulainya konstruksi Lapangan Arun dan pembangunan pabrik LNG, tepatnya 4 Desember 1976 Dr. Hasan Muhammad Di Tiro mendeklarasikan Aceh Merdeka. Aceh pun bergolak. Dari eksploitasi gas dalam perut bumi Aceh, ternyata Aceh tidak mendapatkan hasil yang dibagi, hanya memperoleh sebatas dan senilai zakat jika dihitung dari hasil yang dikeruk dari bumi Aceh dan yang diterima dari pemerintah pusat dari hasil ekspor LNG, kondensat dan LPG tersebut. Kontrak ekspor LNG berakhir pada Oktober 2014 setelah lebih kurang 40 tahun dieksploitasi.

Sementara itu, hasil perjanjian damai atau MoU Helsinki ditandatangani Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), 15 Agustus 2005, kemudian melahirkan UUPA. Dari undang-undang tersebut lahirlah Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) sekaligus memberi ruang untuk Aceh dalam pengelolaan Migas di daratan Aceh dan laut yang terbatas.

Ketika Blok B belum habis masa kontrak dengan Mobil Oil, perusahaan ini merger dengan Exxon pada tahun 1999 sehingga berubah nama menjadi ExxonMobil. Sejak tahun 2010, ExxonMobil ingin melepaskan dengan menjual seluruh sahamnya di Blok B, karena mereka menganggap sudah tidak ekonomis, dan akan mengembangkan di tempat lain.

Pada 1 Oktober 2015, kontrak Blok B beralih kelola kepada PT Pertamina melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Kontrak berakhir pada 3 Oktober 2018, diperpanjang sampai 3 April 2019. Lalu, diperpanjang lagi masa transisi hingga 17 Mei 2021.

Akhirnya, Menteri ESDM dengan surat No. 76 K/HK.02/MEM.M/2021 menunjuk Pemerintah Aceh melalui PT PEMA untuk mengelola Blok B mulai 18 Mei 2021.

Untuk diketahui bahwa Aceh mendapatkan hak untuk mengelola Migas sendiri bukanlah atas kesabaran dan kecerdasan Gubernur Aceh Nova Iriansyah, sebagaimana dikatakan Kepala Dinas Pertambangan Aceh Mahdinur (Serambi Indonesia, Senin, 26 Juli 2021). Akan tetapi, Aceh bisa mendapatkan hak mengelola tersebut berkat perjuangan Gerakan Aceh Merdeka yang ditindaklanjuti oleh para juru runding RI dan juru runding GAM ketika sepakat dengan MoU Helsinki.

Anehnya lagi, kenapa Gubernur Aceh Nova Iriansyah serta merta menunjuk PT Energi Mega Persada (PT EMP)—perusahaan yang masih terafiliasi dengan kelompok usaha Bakrie yang mengendalikan Lapindo Brantas—dengan surat Gubernur Aceh No. 540/5583, tanggal 31 Maret 2020? Surat Gubernur itu ternyata setahun lebih sebelum Menteri ESDM RI menerbitkan surat tentang kelanjutan pengelolan wilayah kerja North Sumatera Blok B (NSB) di Aceh. Kesannya Gubernur mengambil kebijakan sangat tergesa-gesa. Kenapa tidak melalui beauty contest, dan mengapa PT EMP dari Bakri Group yang belum selesai masalah Lapindo di Porong, Jawa Timur, yang dipilih?

Kenapa pula tanpa persetujuan DPRA? Gubernur hanya mendapatkan persetujuan dari Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin tanpa keputusan rapat paripurna. Jika keputusan diambil melalui rapat paripurna sudah pasti anggota DPRA asal Aceh Utara tidak akan setuju jika Blok B dikelola tanpa melibatkan Pemerintah Aceh Utara.

Ada apa di balik itu semua, apakah ada komitmen siapa mendapat apa dan berapa? Sehingga penunjukan PT EMP itu berjalan mulus tanpa hambatan.

Kita mengharapkan KPK turun tangan menyelidiki dugaan kongkalikong antara PT PEMA dengan PT EMP atas restu Gubernur Aceh. Jangan sampai beberapa oknum mendapat laba, sedangkan rakyat Aron menderita.

* Penulis adalah mantan Ketua KNPI Aceh Utara/mantan Karyawan PT Arun/Mobil Oil.

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Terbaru

Warga Buat Laporan Terbuka Soal Tanggul Krueng Pase, Begini Respons Kementerian PUPR

LHOKSUKON - Marzuki, warga Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, membuat laporan terbuka kepada Kementerian...

Wali Nanggroe Aceh Kukuhkan Anggota Majelis Tuha Peut, Ini Nama-Namanya

BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar...

PLN Aceh Pasang Meteran Listrik di Rumah Al-Walid MZ, ‘Meugreb Laju Hu’

LHOKSEUMAWE – Muhammad Al-Walid MZ (13), anak berprestasi di Gampong Meunasah Buket, Buloh Blang...

Majelis Hakim Tunjuk Mediator Perkara Rekanan Gugat Dinas PUPR Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Pengadilan Negeri Lhokseumawe menggelar sidang perkara gugatan Wakil Direktur III CV Muhillis...

Doa Agar Rezeki Mengalir Lancar

Tugas seorang Muslim adalah menjemput rezeki yang halal dengan cara-cara yang baik dan sesuai...

Ini Sosok Otoniel, Gembong Narkoba Ditangkap dalam Operasi Libatkan 500 Tentara dan 22 Helikopter

KOLOMBIA - Kolombia akhirnya berhasil menangkap gembong narkoba paling dicari, Dairo Antonio 'Otoniel' Usuga....

Pertamina Bersama Masyarakat Bersihkan Pantai dan Tanam Pohon di Aceh Utara

LHOKSEUMAWE - Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera Zona 1 bersama masyarakat dan mahasiswa menggelar...

Harga Kopi Gayo Terus Bergerak Naik, Ini yang Harus Dilakukan Pencinta Kopi

  BLANGKEJEREN - Harga kopi gayo di Kabupaten Gayo Lues terus melonjak naik sejak sebulan...

Babinsa Latih Warga Budi Daya Maggot untuk Hasilkan Uang

LHOKSUKON – Serda Samsudin, Babinsa Koramil 29/Lkh Kodim 0103/Aceh Utara, melatih masyarakat di Desa...

113 Atlet Panjat Tebing Aceh Perebutkan Tiket PORA Pidie

BANDA ACEH - Sebanyak 113 atlet panjat tebing putra dan putri dari kabupaten/kota se-Aceh...

Peningkatan Wawasan Keilmuan bagi Ratusan Imam Masjid dan Khatib di Subulussalam

SUBULUSSALAM - Ratusan Imam Masjid dan khatib mengikuti program pembinaan peningkatan kapasitas wawasan keilmuan...

Ini Kata Sekda Aceh saat Sosialisasi Vaksinasi di Dayah MUQ Pagar Air

BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah, mensosialisasikan pentingnya vaksinasi Covid-19 bagi semua...

Ini Harapan Politikus Kepada Agam Inong Aceh 2021

BANDA ACEH – Muhammad Akkral (Kota Banda Aceh) dan Salwa Nisrina Authar Nyakcut Daulat...

Cerita Then Soe Na Keturunan Tionghoa Memeluk Islam

Hidayah bisa datang melalui orang-orang terdekat. Then Soe Na mengakui, cahaya petunjuk Illahi diterimanya...

Ini Jadwal Terbaru Seleksi CPNS 2021, Pengumuman Hasil SKD hingga Ujian SKB

JAKARTA – Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS dipastikan mundur dari yang dijadwal sebelumnya....

Masyarakat Lancok-Lancok Rayakan Maulid, Teungku Imum: Umat Terbaik Meneladani Kekasih Allah

BIREUEN - Masyarakat Lancok-Lancok, Kecamatan Kuala, Bireuen, mengadakan kenduri untuk merayakan Maulid Nabi Besar...

Membangun Personal Mastery

Oleh: Muhibuddin, SKM Mahasiswa Pasca Sarjana Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK)  Personal...

Dayah Perbatasan Aceh Singkil Diminta Kembalikan Kejayaan Syekh Abdurrauf

SIGKIL - Sebanyak 10 tenaga kontrak/non-PNS tambahan sebagai tenaga administrasi, tenaga teknis, dan penunjang...

Belajar Digital yang Mudah, Murah, dan Aman

LHOKSUKON - Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh kembali bergulir....

BMK Bireuen Salurkan Zakat Rp1,9 Miliar kepada 3.047 Penerima, Ini Rinciannya

BIREUEN – Bupati Bireuen, Dr. H. Muzakkar A. Gani, S.H., M.Si., menyalurkan secara simbolis...
Butuh CCTV, dapatkan di ACEH CCTV. ALAMAT: Jln Tgk Batee Timoh lr Peutua II, Gampong (Desa) Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh. Kode Pos 23114. TLP/WA : 0822.7700.0202 (MUSRIADI FAHMI). Taqiyya Cake and Bakery, Tersedia: Brownies, Bolu pandan, Bolpis, Bolu minyak, Bolu Sungkish, Ade, Donat, Serikaya, Raudhatul Jannah (082269952496), Perum Gratama Residence No 5 Mibo Lhoong Raya Banda Aceh. Kunjungi Showroom Honda Arista. Jl. Mr. Teuku Moh. Hasan No.100, Lamcot, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 23242. Hubungi: No Tlp/WA : 082236870608 (Amirul Ikhsan). Kunjungi Usaha Cahaya Meurasa/ Kue Kacang Alamat: Perumahan Cinta Kasih, Gampong (Desa) Neuheun, Kec. Masjid Raya, Aceh Besar. Tersedia Kue Malinda/Kacang dan Nastar. Hubungi TLP/WA: 085277438393 (Nurjannah) - Bimbel Metuah, Almt: Jl. Seroja No. 5, Ie Masen Kayee Adang, Ulee Kareng, Banda Aceh. HP/WA: 0823 6363 2969 (Ola). Instagram: @bimbelmetuah @metuah_privat