LHOKSUKON – Masyarakat pedalaman Dusun Alue Buloh, Paket 14, Gampong Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara mendengar kabar ada gajah liar yang terluka di kawasan tersebut. Namun mereka tidak tahu penyebab gajah itu terluka.

“Ya, kabarnya memang ada gajah sakit atau terluka dalam kawanan poe meurah yang datang mengusik kebun warga. Tapi kami tidak tahu apakah luka karena tembakan atau sebab lainnya. Berapa orang penjaga PTPN I Cot Girek juga ada melihat gajah yang terluka itu,” kata Aji Jailani, 27 tahun saat ditemui portalsatu.com di Gampong setempat, Sabtu 20 Agustus 2016 sore.

Ia menyebutkan, selama ini mereka hanya mengusir gajah liar dengan menggunakan cara tradisional, seperti membunyikan petasan, pentungan atau bunyi-bunyian yang nyaring, meriam bambu, hingga membakar suluh atau obor.

“Kami hanya berusaha menakuti agar kawanan poe meurah itu kembali ke hutan, tidak pernah melakukan cara yang menyakiti. Jika ada salah satu gajah yang sakit atau terluka dari kawanan gajah liar, maka untuk mengusirnya sedikit sulit. Kawanan gajah liar itu biasanya datang menjelang magrib dan kembali ke hutan di subuh hari,” ujarnya.

Aji Jailani mengaku sudah terbiasa dengan gajah liar sejak usia 7 tahun. “Awalnya sempat takut, tapi sekarang sudah terbiasa. Jarak terdekat antara saya dan kawanan gajah liar sekitar 4 meter. Sejauh ini kawanan gajah itu tidak pernah menyerang saya, karena saya pun tidak punya niat yang tidak baik,” ucap.

Ditambahkan, dirinya sejak kecil hanya tahu berkebun, karena di sanalah penghasilannya. Ia hanya sempat duduk di bangku kelas II SD, karena orang tuanya tidak punya uang. Masa itu orang tuanya baru membuka lahan jadi belum punya penghasilan.

“Pada dasarnya kawanan gajah itu masuk ke pemukiman penduduk karena tempat tinggalnya sudah menyempit. Banyak hutan yang ditebang karena ilegal logging, pembangunan perusahaan, menjadikan hutan sebagai lahan garapan dan lainnya. Gajah itu hanya mencari makan sama seperti kita. Namun sasarannya kebun masyarakat karena hutan mereka telah dijarah. Makanya kami butuh bantuan pemerintah dan tim BKSDA,” pungkasnya. []