SIGLI – Sebanyak 536 gampong dari 730 gampong di Kabupaten Pidie sudah dicairkan Alokasi Dana Gampong (ADG) tahap pertama tahun anggaran 2020. Dana itu termasuk pembayaran gaji aparatur gampong. 

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Pidie, Mustafa, kepada portalsatu.com, Rabu, 17 Juni 2020, menjelaskan, hingga Selasa (kemarin), pihaknya sudah mencairkan ADG untuk 536 gampong. Hari ini juga ada sejumlah gampong yang sedang dilakukan proses untuk pencarian. 

“Berdasarkan rekap, hingga kemarin sebanyak 536 gampong sudah cair ADG. Hari ini masih ada sejumlah gampong dalam proses pemeriksaan berkas amprah,” jelas Mustafa.

Untuk pencairan ADG, memurut Mustafa, sama dengan pencairan Dana Desa, yakni tiga tahap. Tahap pertama 40 persen, tahap  dua 40 persen dan tahap tiga 20 persen. 

ADG merupakan dana bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) yang didalamnya termasuk gaji aparatur gampong, bantuan untuk anak yatim dan fakir miskin. 

Mustafa menambahkan, pihaknya tidak pernah memperlambat proses pencairan, mengingat mendesaknya anggaran di gampong untuk biaya aparatur dan kegiatan lainnya. Begitu masuk berkas amparahan, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi untuk diproses amprahan. 

“Begitu masuk bahan, kita langsung periksa kelengkapan. Jika sudah lengkap, kita proses pengamprahan,” imbuh Mustafa.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kabupaten Pidie, Samsul Adhar, mengaku pihaknya sudah menyerahkan bahan untuk pengamprahan ADG kepada BPKD, hingga Selasa, 16 Juni 2020 tercatat 554 gampong. Semua bahan yang dikirim ke BPKD sudah dilakukan verifikasi kelengkapan berkas. 

“Sebanyak 554 gampong hingga kemarin (Selasa), sudah ke Keuangan. Kalau jumlah gampong sudah cair, kita belum tahu,” kata Samsul yang mengaku, hari ini ada 14 gampong lagi sedang dilakukan verifikasi untuk diteruskan ke BPKD.[]