Karya: Taufik Sentana
Menangislah sebagaimana dulu engkau menangis selepas dari rahim bunda.
Menangislah, karena saatnya nanti akan tiba ketika orang lain menangis sedang engkau tersenyum bahagia.
Ini waktu yang berat
saat melepasmu berangkat
menuju tempat mendayung di sisi
lembaran kitab kitab.
ya,… merelakanmu untuk waktu yang lama, sambil mengenang masa kecilmu.
Menangislah beberapa saat untuk senyummu yang lebar di hari depan.
Biarkan mata beningmu basah
di awal musim ini untuk kegembiraan yang datang dari kembara ikhlasmu
dalam menempa diri menyerap kearifan.
Relakanlah peluk pisah sementara dari bundamu, sebab doa kami menyelimuti selalu.
Maka nikmati hari hari barumu disini,
sebab air matamu yang menetes kemarin
telah menjadi butiran tasbih dalam mizan kebaikanmu.
Taufik Sentana, Aceh Barat.
Bergiat di madrasah dan di Rumah Atap Dunia
banyak menulis puisi, ulasan dan esai sosial/pendidikan.



