Sabtu, Juli 20, 2024

Peringati Haul Abati Banda...

LHOKSEUMAWE - Ratusan jamaah Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i Aceh menggelar pawai akbar dalam...

Pj. Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyerahkan bantuan masa panik secara simbolis...

Sekum PB PON Wilayah...

BANDA ACEH – Progres pembangunan beberapa venue untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI...

PT PIM Bantu Korban...

ACEH UTARA - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menyerahkan bantuan kepada korban badai...
BerandaTak Didaftarkan Sebagai...

Tak Didaftarkan Sebagai Bacaleg ke KIP, Kader Ini Kecewa Terhadap Pimpinan Demokrat

ACEH UTARA – Salah seorang kader Partai Demokrat (PD) Aceh Utara, Ahmad Satari, S.E., mengungkapkan kekecewaannya terhadap Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PD setempat. Pasalnya, nama Ahmad Satari tidak masuk dalam daftar bakal calon anggota legislatif (bacaleg) peserta Pemilu 2019, yang di daftarkan DPC PD ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara.

Ahmad Satari kepada portalsatu.com, Kamis, 19 Juli 2018, mengaku memiliki surat keterangan yang ditandatangani Ketua dan Sekretaris DPC PD Aceh Utara. Dalam surat keterangan itu, kata Satari, dirinya diusulkan sebagai bacaleg DPRK Aceh Utara untuk Daerah Pemilihan (Dapil) I Kecamatan Lhoksukon, Cot Girek, dan Langkahan.

Menurut Satari, awalnya ia ingin maju sebagai bacaleg untuk DPRA. Namun, kata dia, pimpinan DPC PD Aceh Utara menyarankan agar dirinya maju sebagai bacaleg DPRK. Ia pun menyambut baik saran tersebut. “Akan tetapi secara tiba-tiba nama saya tidak ada dalam daftar bacaleg dari kuota 100 persen yang didaftarkan ke KIP beberapa waktu lalu. Ini sungguh mengecewakan terhadap sikap pimpinan Demokrat Aceh Utara yang telah membuat saya terzalimi,” kata Satari yang juga Sekretaris Badan Pengawas DPC PD Aceh Utara.

Kekecewaan Satari bukan tanpa alasan. Pasalnya, ia sudah melengkapi semua berkas administrasi atau persyaratan untuk menjadi bacaleg DPRK Aceh Utara. “Tapi secara tiba-tiba nama saya tidak terdaftar sebagai bacaleg di KIP, dengan alasan bahwa saya tidak pernah mengikuti rapat internal partai, ini alasan tidak berdasar. Padahal, setiap digelar rapat internal, saya selalu mengikutinya,” ungkap mantan anggota DPRK Aceh Utara ini.

Satari mengaku mengetahui namanya tidak terdaftar sebagai bacaleg DPRK ketika rapat pada 14 Juli 2018. “Saya sudah menyampaikan keberatan melalui surat yang saya tujukan kepada Ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Partai Demokrat Aceh. Saya berharap agar ada ketegasan dari Ketua DPD untuk menindaklanjuti persoalan ini. Tentu saya merasa dizalimi, karena saya sebagai kader lama, bergabung sejak tahun 2005, dan bukan kader kutu loncat,” ujarnya.

Menurut dia, Ketua DPC PD Aceh Utara seharusnya profesional dan transparan dalam menjalankan tugas atau wewenangnya. “Harus menghargai kader lama, karena merekalah (kader lama) yang menjadi kekuatan Partai Demokrat untuk ke depan,” kata Satari.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Utara, Tantawi, S.IP, dikonfirmasi portalsatu.com, menyebutkan Ahmad Satari sudah dimasukkan dalam daftar bacaleg kuota 120 persen sesuai lex specialis untuk Aceh. Namun, kata dia, kemudian ada surat baru dari KPU RI bahwa untuk partai politik nasional kuota bacaleg maksimal 100 persen, dan partai politik lokal 120 persen.

“Sehingga nama bacaleg yang 20 persen bagi parnas itu tertinggal (tidak didaftarkan ke KIP). Saya kira ini bukan hanya terjadi pada Partai Demokrat, barangkali juga dialami hal yang sama oleh parnas lainnya. Untuk PD Aceh Utara, itu bukan hanya nama beliau (Ahmad Satari) saja yang tertinggal sebagai bacaleg, tetapi ada pula bacaleg lainnya yang diusung melalui Partai Demokrat, karena ini menyangkut kuota,” ujar Tantawi.

Terkait surat keberatan Satari dikirim ke DPD PD Aceh, Tantawi mengatakan, “Itu semua hak warga negara yang baik”.[]

Baca juga: