LHOKSEUMAWE – Mahasiswa diminta mengawal program Pemerintah Aceh untuk pengentasan kemiskinan. Pasalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melansir provinsi ini masih tercatat sebagai daerah termiskin di Sumatera dan peringkat keenam termiskin di Indonesia.
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Masriadi Sambo, mengatakan, seluruh mahasiswa dari berbagai kampus khususnya di Aceh agar tetap mengawal terhadap program-program pemerintah. Ia menyarankan agar mahasiswa fokus pada isu mengawal program Pemerintah Aceh untuk pengentasan kemiskinan di Aceh.
“Pemerintah Aceh harus dikritisi agar dapat mengentaskan kemiskinan. Sehingga anggaran daerah yang begitu melimpah bisa terserap dan bermanfaat untuk rakyat Aceh,” kata Masriadi saat mengisi seminar Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (LLMI) Provinsi Aceh, di Politeknik Negeri Lhokseumawe, Rabu, 16 Januari 2019.
Menurut Masriadi, anggaran daerah harus digunakan untuk menyejahterakan rakyat, sehingga penting dikawal supaya tepat sasaran sebagaimana diharapkan bersama.
Dia menyebutkan, mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat lainnya mempunyai kewenangan dalam mengontrol kebijakan pemerintah. Maka diharapkan para generasi muda bisa menjadi tonggak dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, mengingat pembangunan ke depan sangat bergantung pada karakter generasi muda saat ini.
Sementara itu kegiatan LLMI berlangsung sejak 15 hingga 20 Januari 2019, diikuti perwakilan organisasi legislatif mahasiswa se-Aceh. Sedangkan pembicara lainnya, akademisi Unimal, Arif Rahman, membahas tentang perkembangan politik nasional di tanah air.[](rilis)


