ACEH UTARA – Tenaga kesehatan memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, melalui kegiatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM), Kamis, 15 Oktober 2026.
Pelayanan kesehatan tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses akibat jalan terputus pascabanjir bandang akhir November 2025, dan abrasi pantai yang parah di kawasan tersebut.
Kondisi itu menyebabkan warga kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan, terutama ke UPTD Puskesmas Blang Geulumpang, Kecamatan Seunuddon. Terputusnya akses jalan membuat perjalanan menuju puskesmas menjadi kendala bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan.
Kegiatan pelayanan kesehatan ini turut didampingi Dokter Umum Penugasan Khusus Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang bertugas di Aceh Utara, dr. Raisatul Gebrina, bersama tim tenaga kesehatan lainnya.
Dokter Raisa mengatakan, ratusan warga Gampong Lhok Puuk tampak antusias mengikuti pelayanan kesehatan yang diberikan. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, konsultasi kesehatan bersama dokter, hingga pemberian obat-obatan sesuai kebutuhan pasien.
“Ratusan warga Lhok Puuk yang hadir tampak antusias ketika mendapatkan pelayanan kesehatan. Kami melakukan pengecekan kesehatan mereka dan pemberian obat-obatan,” kata Raisa kepada portalsatu.com, Kamis (15/10).
Di tengah kegiatan tersebut, suasana haru turut dirasakan tim tenaga kesehatan ketika memeriksa seorang warga lanjut usia (lansia) yang menderita diabetes melitus dan hipertensi.
Lansia tersebut menangis karena mengkhawatirkan kondisi kesehatannya. Pasien itu juga merasa takut tidak bisa mendapatkan pengobatan secara maksimal akibat akses jalan menuju puskesmas terdekat yang masih terputus dan rusak dampak banjir bandang.
Menurut Raisa, kondisi tersebut menggambarkan bahwa betapa pentingnya pelayanan kesehatan langsung bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan akses.
“Kami pun saat menuju desa itu harus melewati akses jalan alternatif dan memakan waktu hampir satu jam lebih. Maka, pelayanan secara langsung seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kunjungan serupa juga dilakukan ke hunian sementara (huntara) yang ada di Lhok Puuk,” ujarnya.
Selain memberikan pelayanan kesehatan kepada warga, kata Raisa, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah keluhan kesehatan yang muncul di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe dalam dua hari terakhir.
“Hasil pemeriksaan kami menemukan lima orang warga mengalami keluhan batuk pilek dan sakit kepala akibat kabut asap. Sebagai langkah pencegahan, tenaga kesehatan turut membagikan masker kepada masyarakat dan sekaligus memberikan edukasi mengenai bahaya kabut asap bagi kesehatan, terutama dampaknya terhadap sistem pernapasan,” ujar Raisa.[]





