TAPAKTUAN – Aksi pencurian dengan cara memecahkan kaca mobil sedang marak di Aceh Selatan. Sejak dua hari terakhir saja, tiga mobil dirusak kaca oleh pencuri. Sejumlah harta benda korban berhasil digasak maling.
Kasus terbaru terjadi di Masjid Istiqamah Gampong Padang, Kota Tapaktuan. Pencuri mengambil sejumlah barang berharga dan uang setelah dirusak kaca samping bagian belakang sebelah kiri mobil Toyota Kijang Innova warna silver milik Bukhari, 45 tahun, salah seorang PNS di jajaran Pemerintah Aceh.
Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi SIK dikonfirmasi melalui Kapolsek Kota Tapaktuan, AKP Mustafa, Rabu, 1 Januari 2017 membenarkan telah terjadi pencurian dengan cara dipecahkan kaca mobil Kijang Innova warna silver plat merah BL 227 AA yang diparkirkan di halaman Masjid Agung Istiqamah, Tapaktuan, Selasa, 31 Januari 2017, sekira pukul 18.30 WIB.
Pelaku berhasil mengambil sebuah tas ransel samping milik Bukhari seorang PNS, penduduk jalan Cendana Utama, Gampong Lingke, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, kata AKP Mustafa.
Menurutnya, kronologi kejadian bermula dari keputusan korban yang dalam perjalanan pulang dari Subulussalam menuju Banda Aceh, mereka memilih berhenti di Masjid Istiqamah Tapaktuan untuk menunaikan salat Magrib berjemaah.
Usai salat, korban menuju kembali ke mobil yang diparkir di halaman masjid. Namun, mereka mendapati kaca mobil sudah pecah, kemudian memeriksa barang-barang yang dibawa. Ternyata tas ransel warna hitam sudah raib di dalam mobil akibat dicuri.
Selain korban Bukhari, tambah Kapolsek Tapaktuan, dua awak mobil lain adalah Ismail (52), juga berstatus PNS, warga jalan Kebun Raja Lr. Mangga, Gampong Pineng, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh dan Rosnidar (57), juga PNS, alamat Gampong Meurebo Kecamatan Meurebo, Aceh Barat. Peristiwa tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Tapaktuan. Kerugian akibat pencurian tersebut ditaksir mencapai Rp6 juta.
Menurut pengakuan korban kepada polisi, tas ransel samping yang digondol maling terdapat dompet berisi KTP, kartu ATM, uang tunai Rp400 ribu, buku tabungan Bank Mandiri, Kartu Askes dan STNK kenderaan roda dua. Dalam tas ransel juga terdapat uang yang dimasukan dalam amplot Rp2 juta dan baju milik Rosnidar.
Belum usai kasus ini, hari yang sama sekira pukul 18.15 WIB, kaca mobil Toyota Avanza warna hitam nomor polisi BL 840 TL juga dibobol maling di jalan TR Angkasah, Gampong Lhok Bengkuang, Tapaktuan. Pelaku menggasak barang-barang berharga dalam sebuah tas milik Khairol Musik (56), status PNS, penduduk Gampong Air Berudang, Tapaktuan yang diletakkan dalam mobilnya.
Pengakuan korban kepada polisi, peristiwa ini terjadi saat korban mengikuti rapat KPRI Kostrad di gedung SDN 3 Tapaktuan. Ketika korban hendak pulang dan naik ke mobil melihat kondisi kaca bagian belakang sebelah kiri sudah pecah. Korban memanggil seorang saksi dan memeriksa tas warna hitam merek Ejer sudah hilang.
Di dalam laporan korban disebutkan, tas yang dicuri itu terdapat sebuah hardis eksternal dan surat-surat sertifikat pelatihan guru. Kerugian diperkirakan mencapai Rp3 juta. Kedua kasus ini sedang dilakukan penyelidikan dan polisi akan berusaha maksimal melacak pelaku, terang AKP Mustafa.
Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan, AKP Darmawanto, S.Sos, mengaku sedang fokus melakukan penyelidikan terhadap aksi pencurian dengan cara memecah kaca mobil. Selain upaya pihak kepolisian, masyarakat juga diimbau berhati-hati dan waspada memarkirkan kenderaannya. Sebab kelengahan sedikit saja akan berdampak fatal karena bisa dimanfaatkan pelaku untuk berbuat jahat.
Jajaran Polres Aceh Selatan sedang fokus melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus. Diduga, pelaku melakukan aksinya dengan mengunakan sesuatu benda. Sejak kejadian, personel kepolisian tidak tinggal diam dan berusaha terus mengejar pelaku. Polisi mengintai gerak-gerik oknum yang dicurigakan. Namun, masyarakat harus tetap waspada dan menginformasikan setiap perkembangan yang mencurigakan di lapangan, pinta Darmawanto.[]
Laporan Hendrik





