SUBULUSSALAM – Aktivitas di area PT. Sawit Panen Terus (SPT) yang berada di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan dikabarkan berhenti sejak seminggu terakhir. Kegiatan steking lahan yang biasanya beroperasi, kini berhenti menyusul muncul protes dari berbagai pihak.

Bahkan sejumlah alat berat yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan steking lahan ditarik dari lokasi. Belum diketahui pasti penyebab berhentinya aktivitas PT. SPT di area yang akan digunakan untuk perkebunan kelapa sawit tersebut.

“Kabar yang saya peroleh aktivitas sudah berhenti di lokasi PT. SPT, biasa ada kegiatan steking, ini tidak ada lagi, sudah berhenti,” kata Ketua Badan Permusyawaratan Kampong (BPK) Singgersing, Jarkasi kepada portalsatu.com/, Minggu, 26 Mei 2024.

Area PT. Sawit Panen Terus (SPT) yang berada di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan, Kota Subulussalam. Foto: Dok. Jarkasi

Selain menghentikan aktivitas di area tersebut, kata Jarkasi beberapa alat berat telah dibawa dari lokasi, sehingga aktivitas sebelumnya terdengar suara alat berat beroperasi melakukan steking, sudah tak terdengar lagi.

“Saya tidak tahu apa sebab mereka berhenti, tapi belakangan ini banyak protes dari masyarakat sekitar dan berbagai pihak karena pembukaan lahan yang dilakukan perusahaan itu telah merusak lingkungan,” kata Jarkasi yang mengaku beberapa kali masuk ke area perusahaan tersebut.

Area PT. Sawit Panen Terus (SPT) yang berada di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan, Kota Subulussalam. Foto: Dok. Jarkasi

Jarkasi mendukung langkah Pemko Subulussalam yang akan memanggil pihak perusahaan untuk mengecek kelengkapan dokumen terkait izin yang dimiliki PT. SPT yang telah melakukan pembukaan lahan dan menyebabkan tercemarnya Sungai Singgering.

Selain itu, Jarkasi juga berharap kepada DPRK Subulussalam yang akan melakukan Rapat Dengan Pendapat (RDP) dengan PT. SPT agar ditelusuri dugaan pelanggaran yang dilakukan pihak perusahaan, pasalnya kata Jarkasi beredar kabar mereka  melakukan pembukaan lahan sebelum mengantongi izin.

“Jangan cuma RDP,  hasil RDP itu wajib ditindaklanjuti, jangan pula seperti RDP PT. Laot Bangko, tidak ada kejelasannya sampai sekarang,” pungkas Jarkasi.

Sementara Manager PT. SPT M. Yasir yang dikonfirmasi portalsatu.com/ via pesan WastApp terkait kabar berhentinya aktivitas di area perusahaan tersebut, belum berhasil terhubung karena pesan yang dikirim hingga berita ini dinaikan masih centang satu.[]