LHOKSUKON – Muhammad Al-Walid, 13 tahun, putra Gampong Meunasah Buket, Kemukiman Buloh Blang Ara, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, siap mengikuti Audisi Juri Indonesia Mencari Bakat (IMB) tahun 2021.

IMB merupakan ajang pencarian bakat yang diproduksi Trans TV sejak 2010 lalu. Tujuan utamanya untuk mencari bintang baru, putra-putri bertalenta, yang dapat mengharumkan nama bangsa hingga kancah internasional. Program ini sudah melahirkan sejumlah bintang ternama yang menghiasi layar kaca Indonesia. Di antaranya, Fay Nabilla, Putri Ayu, Sandrina, dan Brandon.

Ribuan orang dari seluruh Indonesia yang memiliki berbagai macam bakat telah mendaftar untuk mengikuti IMB 2021 sejak Agustus lalu. Hasil seleksi secara online, sebanyak 64 peserta dinyatakan lolos dan akan menunjukkan bakatnya secara langsung di hadapan para juri. Salah seorang dari 64 peserta yang lolos adalah M. Al-Walid bin Munazir (Al-Walid MZ) dari Gampong Meunasah Buket, Buloh Blang Ara.

Direncanakan tahap Audisi Juri IMB dimulai pada Sabtu dan Ahad, 9-10 Oktober, dan 16-17 Oktober 2021, pukul 18.30 WIB.

Para juri IMB 2021, Deddy Corbuzier, Raditya Dika, Cinta Laura, dan Ivan Gunawan, akan menentukan peserta yang berhak lanjut ke babak eliminasi di Live Show mendatang.

“Kami berharap keanekaragaman bakat-bakat yang terpilih ini nanti akan menjadi inspirasi dan memiliki value yang baik bagi masyarakat. Kami juga berharap program ini dapat menjadi sarana dalam menghasilkan bintang-bintang baru dalam dunia hiburan Indonesia,” kata Kepala Departemen Produksi TRANSTV, Christin Maria N. Sihombing, Jumat (8/10).

Ditemani abangnya

Al-Walid MZ ditemani abang kandungnya, Muhammad Kamal Kharazi MZ (18), berangkat dari Aceh Utara ke Medan, Sumatera Utara, menggunakan angkutan umum, Kamis, 7 Oktober 2021, sore. Lalu, dari Medan, keduanya menumpang pesawat terbang ke Jakarta, Jumat (8/10) pagi.

“Sekarang Al-Walid bersama peserta lainnya sudah masuk karantina di Jakarta. Al-Walid akan tampil (menunjukkan bakatnya) tahap awal di Trans TV, tapi belum dikabarkan kapan jadwal untuk dia tampil,” ujar Munazir Umar (45), ayah kandung Al-Walid MZ kepada portalsatu.com/ melalui telepon seluler, Jumat malam.

[M. Al-Walid MZ (tiga dari kiri/paling kecil), bersama abang kandungnya, M. Kamal Kharazi MZ, dan Mudasir, menerima piala dan sertifikat sebagai juara I Cabang Syarhil Quran dalam Olimpiade Quran Tingkat Nasional Jilid III Tahun 2019 digelar LTTQ Fathullah UIN Jakarta, 18-21 Apri 2019. Foto: dok. acehpengawal.id]

Munazir menyebut Al-Walid memiliki beragam bakat yang telah mengantarnya meraih segudang prestasi tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. Di antaranya, juara I Cabang Syarhil Qur’an dalam Olimpiade Qur’an Tingkat Nasional Jilid III Tahun 2019 digelar LTTQ Fathullah UIN Jakarta, 18-21 Apri 2019. Saat itu, Al-Walid MZ tampil bersama abang kandungnya, M. Kamal Kharazi MZ sebagai sari tilawah dan Mudasir selaku tilawah.

Sebelumnya, Al-Walid MZ meraih juara I Dai Cilik Tingkat Nasional Tahun 2017 di Medan, juara harapan I Dai Cilik Tingkat Nasional Tahun 2017 di Surabaya, dan juara I Membaca Puisi Tingkat Nasional Tahun 2018.

“Dia juga pernah mendapat juara lomba bercerita, dan masih banyak prestasi lainnya. Silakan datang ke rumah kami, lihat sendiri piala dan sertifikat-sertifikat yang diperoleh Al-Walid,” ucap Munazir akrab disapa Bang Pon.

Bang Pon mengaku tidak memiliki pekerjaan tetap setelah menutup usaha jualan mi goreng di kedai kecil depan meunasah (surau) Gampong Buket. “Selama corona (pandemi Covid-19) sudah tutup, karena kurang laku,” tutur suami Maryana (38), guru bakti murni.

Berharap dukungan Pemda dan masyarakat

Pasangan suami istri yang merupakan keluarga kurang mampu itu berharap pemerintah daerah dan semua pihak memberikan dukungan kepada Al-Walid MZ yang sedang mengikuti program IMB 2021.

“Al-Walid dan abangnya, Kamal, sudah banyak mengukir prestasi tingkat lokal dan nasional. Kamal pernah juara I Syarhil Qur’an Tingkat Nasional Tahun 2019 di Tangerang, juara I Syarhil Qur’an Tingkat Provinsi Aceh di Aceh Timur, dan banyak lagi. Meskipun sudah sering mengharumkan nama daerahnya, tapi kedua anak saya itu belum pernah tersentuh bantuan dari pemerintah,” ungkap Bang Pon.

(Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat, bersama Al-Walid MZ di sebuah warung kopi di Buloh Blang Ara, Kecamatan Kuta Makmur. Foto: Istimewa)

Selama ini, kata Bang Pon, untuk kebutuhan anaknya mengikuti lomba, ia terpaksa meminta bantuan kepada Arafat, Ketua DPRK Aceh Utara, putra Kuta Makmur. “Karena saya tidak punya kemampuan secara ekonomi,” ucapnya.

“Bukan dari daerah kita Aceh yang memberi perhatian, selama ini malah banyak donatur dari Malaysia yang memberikan dana sebagai tanda apresiasi untuk prestasi yang diraih anak saya. Orang Malaysia menunjukkan kepeduliannya setelah melihat bakat anak saya melalui YouTube,” tambah Bang Pon.

Oleh karena itu, Bang Pon berharap kali ini anaknya yang sedang mengikuti IMB 2021 mendapat perhatian dari Pemda baik Pemerintah Aceh maupun Pemkab Aceh Utara.

Bang Pon juga berharap dukungan dan doa semua masyarakat Aceh supaya Al-Walid MZ berhasil melewati tahapan audisi juri dan eliminasi sehingga bisa masuk grand final sampai menjadi bintang IMB 2021.

Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat, turut mengajak seluruh masyarakat Aceh, khususnya Aceh Utara, untuk mendukung Al-Walid MZ dari Gampong Meunasah Buket, Buloh Blang Ara, yang sedang berjuang pada ajang Indonesia Mencari Bakat (IMB) 2021.

“Saya sangat bangga, memberikan apresiasi, dan mendukung penuh langkah Al-Walid MZ, putra Buloh Blang Ara, Kuta Makmur, yang mewakili daerah kita untuk menunjukkan bakat terbaiknya pada program IMB 2021 ini. Maka saya mengajak seluruh masyarakat, semua pihak di Aceh, terutama di Aceh Utara, ikut memberikan dukungan,” kata Arafat kepada portalsatu.com/ lewat telepon seluler, Kamis (7/10), malam.

Arafat memberikan bantuan uang tunai kepada Al-Walid MZ, sebelum anak bertalenta ini berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Audisi Juri IMB 2021, beberapa hari lalu.[](nsy/BP/*)