Militer Amerika Serikat kemarin mengatakan akan mengirim pasukan siber ke medan perang. Pejabat militer AS mengatakan langkah itu dilakukan buat memerangi jaringan komputer musuh.
Menurut Komandan Perang, Kolonel Robert Ryan di Hawaii, tujuan pasukan siber ini sedikit berbeda dengan misi tentara AS umumnya yaitu menyerang dan menghancurkan.
“Tidak semuanya harus menghancurkan. Bagaimana saya bisa ikut menghancurkan dengan senjata yang tidak bergerak?” kata Robert Ryan kepada wartawan, seperti dilansir laman Al Arabiya, Kamis (14/12).
Para tentara siber ini sudah bergabung selama enam bulan dengan pasukan dari unit infanteri, dan akan menyesuaikan operasi sesuai perintah para komandan,” kata Kolonel William Hartman dari Komando Siber Angkatan Darat.
Selama tiga tahun terakhir, militer AS sudah menggelar pelatihan untuk operasi semacam ini di sebuah pusat komando di California selatan.
Hartman tidak menjelaskan secara rinci apa yang menjadi tujuan dari pasukan siber ini.
Menurut harian The New York Times, CYBERCOM atau Komando Siber sebelumnya sudah masuk ke jaringan ISIS. sehingga mereka bisa memantau kelompok tersebut dan pada akhirnya mengubah pesan komandan sehingga mereka secara tidak sadar mengarahkan militannya ke daerah yang mungkin terkena serangan pesawat nirrawak atau jet tempur.
Cyber Command sebelumnya berada di bawah Komando Strategis AS. Namun pada bulan Agustus, Presiden Donald Trump memerintahkan Pentagon untuk membuat unit itu berdiri sendiri sebagai pertanda pentingnya pasukan ini.[] Sumber: merdeka.com



