BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, meminta PDAM Tirta Daroy Banda Aceh untuk mampu menuntaskan persoalan air minum pada 2019. Permintaan ini disampaikan Aminullah usai menghadiri rapat kerja dan presentasi RKAP PDAM Tirta Daroy, di aula Kantor PDAM Tirta Daroy kawasan Lampineung, Banda Aceh, Selasa, 27 Februari 2018.
Pada rapat ini, Wali Kota hadir bersama Wakil Wali Kota Zainal Arifin, Sekdakota, Bahagia, dan para Dewan Pengawas PDAM.
Aminullah dan Zainal Arifin mencermati presentasi yang disampaikan Dirut PDAM, T Novizal Aiyub. Secara rinci, Novizal Aiyub menyampaikan progress pelayanan intansi yang dipimpinnnya berikut dengan kendala yang dihadapi di lapangan.
Dalam kesempatan ini, Wali Kota menegaskan PDAM Tirta Daroy harus mampu melayani air bagi warga Kota Banda Aceh pada Januari 2020.
“Artinya semua kendala yang dihadapi sekarang harus diselesaikan pada Desember 2019. Terhitung 1 Januari 2020, seluruh warga kota sudah bisa menikmati air minum,” kata Aminullah.
Wali Kota menilai dengan sistem zonasi yang akan dijalankan PDAM, maka diharapkan air mengalir ke seluruh pelosok Kota Banda Aceh. Ini termasuk di wilayah pelayanan paling ujung, seperti Ulee Lheue dan wilayah lainnya.
Menurutnya, sistem zonasi memiliki keunggulan dalam memudahkan deteksi gangguan dan kebocoran pipa. Sistem ini juga mampu mempersempit wilayah layanan teknis sehingga dapat meminimalisir kehilangan air dan meningkatkan tekanan aliran (pressure).
“Memang butuh biaya besar, tapi saya dan pak Zainal komit akan menuntaskan persoalan air ini,” kata Aminullah.
Aminullah berjanji akan berupaya keras mencari dana untuk kebutuhan PDAM, baik dari APBN, APBA maupun APBK.
“Pertemuan hari ini penting dan kita telah sepakat memperkuat PDAM. Soal dana kita akan kerja keras, yang penting kinerja PDAM lebih baik dan 2019 bisa dituntaskan,” kata Wali Kota.[]



