ACEH UTARA – Tim Search And Rescue (SAR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara terus melakukan pencarian terhadap Farhat (5), anak tenggelam di Krueng Pase, Gampong Mesjid, Kecamatan Syamtalira Aron, hingga Rabu, 19 Februari 2025.

Proses pencarian tersebut juga bekerja sama dengan tim SAR Kota Lhokseumawe, Basarnas Bireuen,
dan masyarakat setempat.

“Belum ditemukan. Kita sudah berusaha secara maksimal,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara, Asnawi dikonfirmasi portalsatu.com/, Rabu sore.

Kabid Darurat Kebencanaan BPBD Aceh Utara, Saifullah, kepada wartawan, Rabu, mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya dalam proses pencarian terhadap anak tenggelam itu dengan harapan jasad korban bisa muncul ke permukaan air, namun sampai Rabu sore, belum ditemukan.

“Untuk dilakukan menyelam agak kesulitan dikarenakan kondisi air Sungai (Krueng) Pase keruh dan arusnya deras atau tinggi. Kemudian, sasarannya belum diketahui karena air deras sehingga mengalami sedikit terkendala. Tetapi upaya penyisiran sudah dilakukan sejak hari pertama sampai memasuki hari kelima hari ini. Kalau tim penyelam dari SAR Aceh Utara ada delapan orang,” kata Saifullah.

Menurut Saifullah, proses pencarian jasad tenggelam itu selain menelusuri sungai sekitar tempat jatuh korban, juga dengan blender atau memutarkan permukaan air menggunakan perahu karet hingga mencapai enam atau tujuh kilometer, supaya jasad muncul ke permukaan.

Saifullah menyebut batas pencairan itu dilakukan sampai lima hari, tetapi tetap dalam pemantauan tim di lapangan. Artinya, jika misalnya ada tanda-tanda lokasi lainnya yang diyakini bisa dicari terhadap korban, maka pihaknya akan turun lagi untuk diblender kembali dalam sungai tersebut.

“Tentunya kita sudah berupaya semaksimal mungkin untuk membantu proses pencarian anak itu, bahkan hari ini sudah memasuki hari kelima tapi belum ada kabar gembira. Kami berharap kepada keluarga korban agar tetap bersabar, masyarakat setempat pun sudah luar biasa ikut berpartisipasi untuk mencari Farhat yang tenggelam beberapa hari lalu,” ungkap Saifullah.

Diberitakan sebelumnya, warga Gampong Mesjid, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara bersama tim SAR BPBD melakukan pencarian terhadap anak tenggelam di Krueng Pase, gampong setempat.

Korban bernama Farhat (5), anak dari pasangan Zulkifli dan Wellina, warga Gampong Mesjid. Anak laki-laki itu dilaporkan tenggelam pada Sabtu, 15 Februari 2025, sore, saat mandi bersama teman-temannya di bantaran Sungai (Krueng) Pase.

“Saat Farhat mandi tidak menggunakan baju. Baju warna kuning yang dipakai sudah dilepas, hanya mengenakan celana,” kata Tgk. Fadhli, paman korban, kepada wartawan, Selasa (18/2).

Tgk. Fadhil menyebut Farhat merupakan anak keempat dari pasangan Zulkifli dan Wellina. Dia berharap tim SAR terus berupaya mencari korban sampai ditemukan. “Masyarakat yang sudah empat hari ikut mencari korban di sungai yaitu dari Gampong Mesjid, Gampong Kumbang, dan Gampong Blang, Kecamatan Syamtalira Aron,” ujarnya.

Menurut Tgk. Fadhli, sebelumnya pencarian korban terkendala sedikit karena arus sungai agak deras. Pencarian dilakukan hingga mencapai tujuh kilometer dari lokasi korban tenggelam.[]