BANDA ACEH – Wakil Ketua Komisi IV DPRA, Asrizal Asnawi, menilai rencana Pemerintah Aceh membeli pesawat dengan anggaran tahun 2018 harus dikaji kembali secara menyeluruh.
Menurut Asrizal Asnawi, kajian itu penting jika Pemerintah Aceh ingin membeli burung besi jenis yang sama dengan pesawat dipiloti Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, yang mengalami pendaratan darurat di Aceh Besar.
“Saya kira hasil kajian secara menyeluruh itu menjadi penting, apalagi pasca kejadian (pendaratan darurat),” kata Asrizal Asnawi dihubungi portalsatu.com/, Rabu, 21 Februari 2018.
Baca juga: Mendarat Darurat, Pesawat Irwandi Mengalami Patah Sayap
Asrizal Asnawi juga menilai, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) perlu melakukan investigasi terhadap kejadian pendaratan darurat pesawat dipiloti Gubernur Aceh di Aceh Besar.
“Setiap kecelakaan kan harus ada investigasi, untuk mencari sebab dan musabab kejadian, agar kejadian yang sama tidak terulang, dan hasilnya harus disampaikan ke publik. Di zaman terbuka seperti sekarang, semakin kita tutup-tutupi dari publik, masalah itu semakin menjadi tanda tanya besar,” kata Asrizal Asnawi.
Oleh karena itu, kata Asrizal, demi keselamatan dunia kedirgantaraan Aceh, perlu dilakukan investigasi terhadap kejadian tersebut. “Saya kira sudah sepantasnya kejadian ini diinvestigasi oleh KNKT mengingat kejadian atas pesawat (jenis) yang sama, dua kali terjadi, dan dipiloti oleh Pak Gubernur juga,” ujarnya.
Dia menyebutkan, pada Desember lalu, Gubernur Aceh dengan pesawat pribadinya mengalami trouble landing. “Atau apalah istilahnya, terjadi di Bandara Sabang. Kemarin (saat kejadian di Aceh Besar) kan beliau pake pesawat orang lain, bukan milik beliau sendiri,” kata Asrizal.
Baca juga: Pengakuan Irwandi Yusuf Terkait Pendaratan Darurat Shark Aero di Ujong Pancu
Menurut Asrizal, Dinas Perhubungan Aceh juga harus mengumumkan ke public, ada berapa jumlah pesawat ringan milik pribadi yang ada di Aceh saat ini, dan siapa saja pemiliknya. “Karena selama ini kita hanya tahu Pak Gub saja yang memilikinya, tapi setelah kejadian itu kita baru tahu, ternyata Pak Lukman CM juga punya satu unit,” kata Asrizal.[]




