SUBULUSSALAM – Isu mengenai rencana kenaikan tarif rokok semakin meluas hingga ke kampung-kampung. Beragam komentar muncul tentang rencana pemerintah yang ingin menaikkan harga rokok mencapai Rp 50 ribu perbungkus.
Salah seorang warga Penanggalan Barat, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Ahmad Rambe, kepada portalsatu.com, Minggu, 21 Agustus 2016 mengaku susah berhenti mengonsumsi merokok karena sudah terbiasa.
“Kalau berhenti susah, namun kalau untuk mengurangi bisa jadi,” kata Admad.
Ia mengatakan biasanya satu hari menghabiskan hingga tiga bungkus rokok, jika pemerintah jadi menaikkan rokok menjadi Rp 50 ribu perbungkus, maka total pengeluaran Ahmad untuk membeli rokok Rp150 ribu tiap hari.
“Mungkin kalau jadi naik, paling berusaha mengurangi jika sebelumnya sampai tiga bungkus, nanti satu bungkus satu hari,” katanya.
Warga lainnya Adi Berutu mengatakan, belum bisa memastikan apakah berhenti atau tidak jika harga rokok naik mencapai Rp 50 ribu. “Lihat nanti, kalau penghasilan meningkat dan bertambah tetap merokok walau satu bungkus sehari, tapi kalau omset menurun saya mencoba untuk berhenti,” kata pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang jahit ini.
Hal berbeda disampaikan Rahmadin, jika harga rokok naik mencapai Rp 50 ribu ia berupaya untuk berhenti dari kebiasaan merokok, meski itu berat. “Kabarnya ada isu rokok bakalan naik Rp 50 ribu, luar biasa mahalnya. Solusinya mungkin mencoba untuk berhenti,” ujarnya.[](ihn)
Laporan Dirman Bakongan



