SIGLI – Puluhan personel Polres dan Kodim Pidie langsung turun ke lokasi aksi pengrusakan dan pembakaran atribut partai politik lokal dan baliho salah satu pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Aceh, di Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, Rabu, 2 November 2016.

Informasi dihimpun portalsatu.com di lapangan, mulanya dilaporkan terjadi pengrusakan baliho calon gubernur/wakil gubernur Aceh yang diusung PNA, termasuk atribut partai ini oleh orang tak dikenal, Rabu, sekira pukul 04.00 WIB dini hari.

Simpatisan PNA menduga pengrusakan itu dilakukan simpatisan PA. Sehingga sekira pukul 10.30 WIB, ratusan simpatisan PNA turun ke jalan dan mencopot bendera PA dari tiang-tiang hingga depan Kantor Dewan Pimpinan Sagoe (DPS) PA Kembang Tanjong. Massa juga membakar bendera partai itu.

Puluhan personel Polres dan Kodim Pidie langsung turun ke lokasi dan berhasil menenangkan situasi tersebut. Pasukan polisi dipimpin Kapolres Pidie AKBP Muhammad Ali Kadhafi juga membawa kendaraan barracuda. Situasi yang sempat memanas akibat aksi pengrusakan hingga pembakaran atribut parlok itu akhirnya berhasil dikendalikan aparat keamanan.

Kapolres Ali Kadhafi menenangkan situasi dengan mengimbau massa agar menghentikan aksi pengrusakan. Kapolres menyampaikan bahwa tindakan anarkis tidak akan menyelesaikan masalah. “Jika ada persoalan dan pelanggaran masalah pilkada di lapangan jangan dilakukan balas dendam, namun silakan melapor kepada Panwaslih agar bisa ditindaklanjuti,” ujar Ali Kadhafi.

Ali Kadhafi menyebutkan, massa PNA melakukan aksi pembakaran atribut PA karena sejumlah bendera PNA hilang. Selain itu, baliho calon gubernur dan wakil gubernur Aceh yang diusung PNA dirusak OTK.

“Mungkin aksi itu dilakukan karena mereka menduga yang menurunkan dan merusak baliho mereka dilakukan kader PA,” kata Kapolsek Kembang Tanjong yang berada di lokasi mendampingi Kapolres Pidie.

Kapolres Pidie meminta semua pihak untuk menjaga situasi aman agar pelaksanaan pilkada 2017 berjalan secara demokratis dan damai. Kepada kedua belah pihak diminta untuk menyelesaikan kejadian itu secara musyawarah untuk berdamai.

Kapolres Ali Kadhafi bersama Ketua Panwaslih Pidie Said Husen dan Muspika Kembang Tanjong kemudian memanggil perwakilan kedua belah pihak untuk bermusyawarah di Aula Kantor Camat setempat. Kedua belah pihak lantas dikumpulkan di Aula Kantor Camat Kembang Tanjong untuk bermusyawarah guna menyelesaikan persoalan secara damai, dan aksi pengrusakan tidak berlanjut lagi. 

Dari PA dihadiri Ketua DPS PA Kembang Tanjong Said Rizal Falevi dan Sekretaris DPS PA Isfandiari bersama perwakilan PA. Sedangkan dari PNA dipimpin Juru Bicara PNA Pusat Tamren Ananda dan sejumlah kader lainnya.

Dalam musyawarah itu kedua belah pihak sepakat untuk berdamai, tidak akan ada lagi saling merusak dan memprovokasi. Jika ada masalah, mereka akan menyelesaikan melalui mekanisme dan aturan yang ada. Setelah ada kesepakatan mereka saling berjabat tangan dan akhirnya membubarkan diri secara tertib.[]