BANDA ACEH – Pemandu wisata Aceh, Husaini, melalui akun Facebook.com miliknya berharap, uang dari APBA (Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh) di tahun 2019 bisa dipergunakan untuk membangun fasilitas pariwisata Aceh yang memadai.
“Seiring sejalan dengan program pemerintahan Aceh memjemput investor asing, untuk datang ke Aceh, saya dan rekan-rekan sebagai pelaku Pariwisata di Banda Aceh dan Aceh Besar khususnya sangat mengharapkan program-program di tahun 2019 yang dianggarkan melalui APBA untuk perbaikan sarana dan pra sarana tempat kunjungan wisatawan,” katanya, Ahad, 1 Juli 2018, di Banda Aceh.
Husaini mengatakan, yang perlu diperhatikan oleh pemerintah adalah seperti komplek Taman Sulthanah Safiatuddin yang jauh dari pemeliharaan. Sedangkan objek tersebut, kata dia, adalah salah satu dari objek milik publik yang sering dikunjungi, demikian juga dengan tempat lainnya.
“Sistem pengelolaan juga harus diperhatikan untuk mendapatkan pelayanan terbaik bagi para pengunjung. Karena setidaknya, melalui sektor parisawata inilah yang akan merasakan langsung pertumbuhan ekonomi masyarakat seperti pelaku transport, rumah makan, souvenir, para guiding dan lainnya,” kata Husaini.
Ia berharap semoga perhatian serius pemerintahan Aceh dan pemda kabupaten/kota akan memajukan sektor pariwisata Aceh yang islami.
“Semoga di masa yang akan datang dengan banyaknya para pelancongan yang mengunjungi bumi Aceh Darussalam tercinta. Rakyat hanya bisa bergantung pada peh palee saja (tunggu pengesahan anggaran),” katanya.
Walaupun perhatian dari pemerintah selama ini masih kurang, dan mininya fasilitas yang ditemui di lapangan, menurutnya, bersikap optimis tentu menjadi pilihan terbaik.
Husaini mengatakan, ia selalu mengingatkan, bahwa Aceh ini memilliki peradaban dunia sampai ke level internasional. Ia mengaku, pihaknya selalu berusaha supaya dapat membuka kembali peradaban endatu.
“Di antara sekian banyak turis asing yang datang ke Aceh, kami lebih banyak menangani tamu dari Malaysia, dengan tujuan wisata religi,” kata Husaini, yang merupakan satu dari beberapa pemilik travel wisata, sehingga terlibat lansung dengan turis asing dan objek wisata Aceh.
“Konsep membangun pariwisata Aceh dengan bernuansa islami adalah solusi yang tepat. Kita jangan meniru gaya Jakarta,” kata salah seorang dari DPD HPI ACEH melalui akun Facebook menjawab komentar Husaini tersebut.[]




