ACEH BARAT – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat, Adi Yunanda, mengatakan, penanganan gangguan gajah liar di Kecamatan Panton Reu dan Pante Ceuremeun, masih terus dilakukan.
“Hingga hari ini tim dari Conservation Response Unit (CRU) Alue Kuyun, masih di lokasi. Tidak bisa kita katakan sudah selesai, tapi masih dalam penanganan. Kalau memang perlu penanganan dengan menggunakan gajah jinak, oke, kita lanjut,” ujar Adi, kepada portalsatu.com/, Minggu, 1 Juli 2018,
Adi menambahkan, pemantauan proses penanganan gajah liar di Gampong Sibintang dan Gampong Teungoh dilakukan hingga dua-tiga hari ke depan. “Dalam dua tiga hari inilah nanti kita laporkan lagi,” sebutnya.
Dia mengimbau, jika sewaktu-waktu terjadi gangguan gajah liar, masyarakat dapat melaporkannya kepada Dinas Lingkungan Hidup setempat. “Atau ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan CRU Alue Kuyun, agar penanganan gajah liar dapat dilakukan dengan cepat,” ujarnya.
Sementara itu, Geuchik Sibintang, Zainal Abidin (45), dihubungi portalsatu.com/, Minggu sore, mengatakan, dari keterangan warga yang melapor kepadanya, diperkirakan jumlah kebun sawit milik warga yang dirusak warga mencapai 4 hektare.
“Yang sudah melapor ke saya pribadi sekitar 7 orang, kalau dijumlahkan, seluruhnya ada 4 hektare kebun sawit yang dirusak. Itu kita belum tahu lagi bagaimana dengan warga lainnya,” sebut Zainal.
Zainal menambahkan, gajah-gajah liar tersebut memasuki kebun warga pada malam hari, dan memakan pucuk pohon kelapa sawit.
“Kata warga, gajahnya dikabarkan ada sekitar sembilan ekor. Sampai tadi malam masih datang. Biasanya warga menghalau dengan memanfaatkan suara letusan dari pipa paralon yang sering digunakan anak-anak sebagai mainan,” kata Zainal.[]



