BLANGKEJEREN – Harga minyak serai wangi di Kabupaten Gayo Lues sejak tahun 2020 hingga awal 2021 ini belum “harum”. Harga per kilogramnya masih “lesu” hingga membuat petani enggan melakukan pemanenan.

Amin Tujung, agen penampung minyak serai wangi di Kecamatan Kotapanjang, Kabupaten Gayo Lues, Senin, 11 Januari 2021, mengatakan harga komoditas ini masih tetap sama seperti 2020 lalu. Belum ada perubahan meskipun sudah memasuki awal 2021.

“Kami masih membeli minyak serai wangi Rp165 ribu per kg, masih sama dengan harga tahun 2020 lalu. Ke depan belum bisa kita pastikan apakah akan mengalami kenaikan, penurunan atau tetap seperti harga sekarang,” katanya melalui pesan WhatsApp.

Menurut Amin, ketika permintaan terhadap minyak serai wangi tinggi, maka harganya akan naik. Begitu juga sebaliknya, jika permintaan menurun, harganya mengalami penurunan.

Abdulah, salah satu pemilik kebun serai wangi di Kecamatan Blangpegayon, mengaku enggan memanen serai wanginya lantaran harga masih sangat rendah. Jika dikalkulasikan antaran biaya proses pemanenan dengan harga jual, petani sama sekali tidak mendapatkan keuntungan.

“Sekarang ini harga kayu bakar mahal, biaya panen daun serai wangi mahal, dan proses penyulingan juga berat lantaran musim hujan. Jadi, kalau tetap dipaksakan melakukan pemanenan, kita akan rugi,” katanya melalui pesan WhatsApp.

Abdulah mengatakan pemanenan serai wangi akan dilakukannya setelah harga mengalami peningkatan atau ketika cuaca sedang bagus, sehingga ongkos panen bisa ditekan dan keuntungan bisa didapat.

“Kalau Rp200 ribu saja per kg harga minyak serai wangi sudah dapat untung kita, tapi kalau Rp165 per kg, itu hanya dapat gaji harian yaitu Rp100 ribu per hari setelah dipotong biaya lainya. Mendingan ditahan dulu proses panen ketimbang tidak ada untung. Sebab kalau tanaman serai wangi tidak tepat waktu proses panen juga tidak masalah,” jelasnya.

Dia berharap pandemi Covid-19 segera berakhir supaya pemerintah bisa kembali mengekspor minyak serai wangi ke negara yang membutuhkan. Sehingga harga kembali naik seperti tahun 2018 silam hingga Rp300 ribu lebih per kg.[]