LHOKSUKON – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara memberikan sosialisasi bagi pemilih pemula kalangan siswa dan santri, Kamis, 9 Februari 2017. Masing-masing, siswa SMA Negeri 1 Matangkuli, MAN Nibong dan Dayah Darul Ulum di Gampong Lhok Seutui, Kecamatan Baktiya. Sosialisasi itu mengusung tema 'peningkatan partisipasi pemilih cerdas menuju Pemilukada berkualitas'.
“Hari ini saya hadir sebagai pemateri di tiga lokasi tersebut. Dalam setiap lokasi dihadiri antara 30 hingga 60 peserta. Hadir juga sejumlah dosen Universitas Malikussaleh (UNIMAL) yang memberikan materi tentang kepemiluan,” ujar Komisioner KIP Aceh Utara, Ayi Jufridar, saat ditemui portalsatu.com.
Dikatakan, para siswa dan santri diberi pemahaman tentang kenapa mereka harus memilih, tata cara pencoblosan, hak-hak pemilih dan lainnya.
“Dalam hal ini yang paling menarik adalah pemilih pemula di dayah tidak bisa memilih, karena banyak yang berasal dari luar Aceh Utara dan luar Aceh. Sebagai pemilih pemula, mereka juga belum tahu apakah sudah masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau belum. Kami menyarankan agar mereka, melalui pimpinan dayah berkoordinasi dengan keluarga di daerah asal, apakah sudah masuk DPT atau belum,” jelasnya.
Di SMA Negeri 1 Matangkuli, ada peserta yang mengkritisi praktek politik uang (money politik) di kalangan peserta Pilkada. “Saya pernah melihat setelah kampanye, ada peserta kampanye yang diberikan uang oleh tim pemenangan Paslon,” kata Ayi Jufridar mengutip hal yang disampaikan Naila, siswa SMA Negeri 1 Matangkuli.
Sosialisasi itu juga bekerja sama dengan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Aceh Utara.[]


