26.6 C
Banda Aceh
Minggu, September 26, 2021

Bagaimana Menyiapkan Pejabat yang Sadar Budaya

Oleh: Thayeb Loh Angen
*Budayawan, Entrepreneur.

Kebudayaan merupakan hasil karya cipta manusia dan menjadi penanda keberadaan sebuah bangsa dan umat manusia dunia menurut zamannya. Kebudayaan atau peradaban menjadi ingatan dan pelajaran bagi manusia lain yang hidup di zaman penciptanya dan berlangsung terus menerus melampaui zaman tersebut. Para pencipta itu dialah ilmuwan, seniman, filsuf dan para cendikiawan lainnya.

Peradaban menciptakan sebuah gaya hidup dalam suatu zaman yang secara terus menerus dapat dipelajari sampai waktu yang tidak terhingga. Sejauh yang mampu dicatat sejarah di bumi ini, ada beberapa peradaban yang dikenal sampai sekarang.

Di antaranya adalah peradaban Bangsa Maya, Mesopotamia, Babilonia, Mesir Kuno, Romawi, Peradaban Islam, dan Peradaban Barat Modern.

Dari beberapa peradaban besar tersebut, terbagi lagi ke dalam beberapa bagian yang lebih kecil, misalnya peradaban Islam yang besar. Peradaban Islam dapat dibagikan ke dalam kurun dan kekuasaan yang terpisah, misalnya peradaban Islam zaman Rasulullah, Khulafaurrasyidin, Kekhalifahan Bani Umayah, Kekhalifahan Abbasiyah, Kesultanan Alayyubi, Kesultanan Mamluk, Kesultanan Usmaniyyah, Kesultanan Khurasan, Kesultanan Mauhal, dan lainnya.

Di dalam bagian-bagian tersebut terbagi pula menurut zaman dan wilayah. Misalnya, peradaban Islam di zaman Mamluk dan Kesultanan Usmaniyyah di bagian Asia dan Eropa, juga bersamaan dengan peradaban Islam di kawasan Asia Tenggara, yaitu peradaban Aceh (zaman Kesultanan Sumatra dan Kesultanan Aceh Darussalam).

Peradaban Aceh tentunya perihal yang kita bicarakan di sini. Peradaban yang dihasilkan di masa silam tersebut sampai kini masih ada, walaupun menurut perkiraan sejarawan hanya sebagian kecilnya yang tersisa.

Peradaban Aceh meninggalkan beberapa bidang. Di antaranya adalah bahasa pemersatu, yaitu Bahasa Jawi yang dibangsakan kepada Pasai (Bahasa tersebut sekarang menjadi Bahasa Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Patani Thailan Selatan, Singapura).

Dalam bidang ilmu pengetahuan, hasil peradaban Aceh yang masih dapat kita saksikan adalah ribuan buku yang tersebar di berbagai pustaka dan museum di dalam dan luar negeri.

Dalam bidang seni bangunan atau arsitektur, hasil peradaban Aceh kini masih ditemukan di rumah Aceh, benteng, masjid lama, Pinto Khop, dan Gunongan.

Dalam bidang hukum dan pemerintahan, peradaban Aceh memiliki Qanun Alasyi (Undang-Undang Aceh), adat laot, adat mukim, dan sebagainya. Dalam bidang pertahanan, kita masih dapat melihat alat perang Aceh di zaman kesultanan. Selain itu, masih ada beberapa lagi hasil peradaban Aceh dalam berbagai bidang lainnya. Semua hal tersebut membuat Aceh dapat disebut mempunyai peradaban sendiri, peradaban Aceh.

Aceh yang memiliki peradaban tersendiri merupakan masa silam. Orang-orang yang menghasilkan pradaban tersbut tidak ada lagi. Rangkaian aturan dan cara (sistem) pemerintahan atau sistem politik yang dihasilkan dari peradaban tersebut tidak lagi digunakan di zaman ini. Peradaban Aceh itu bagaikan lembaran buku sejarah yang berserakan.

Di zaman ini, sebagian para peminat sejarah, arkeologi, memuja-muja pencapaian Aceh di masa silam dan mengeluhkan kebijakan Aceh di zaman ini. Sementara, orang-orang itu tidak berusaha mencari dasar dari peristiwa tersebut. Kita mengeluhkan kebijakan pemerintah sekarang yang menelantarkan cagar budaya dan nilai budaya, tetapi pada waktu bersamaan kita tidak berusaha menyiapkan orang-orang yang dapat mewujudkannya.

Sebagai contoh, kita mengeluhkan kebijakan Pemerintah Kota Banda Aceh yang membangun IPAL (Instalasi Pembuangan Air Limbah) di Gampong Pande, yang diduga sebagai Kawasan cagar budaya. Sementara kita tidak memberikan contoh apapun untuk penyelamatan itu, tetapi hanya menyalahkan.

Kita tidak boleh hanya menghujat orang-orang di pemerintahan karena mereka tidak memahami kebudayaan Aceh sehingga tidak melindungi warisan sejarah. Namun, kita perlu menciptakan para politikus yang memahami itu. Ini adalah kerja yang membutuhkan waktu, keahlian, dan kesabaran. Kita tidak dapat mengharapkan pemerintah menyelamatkan warisan sejarah sementara pada saat yang sama kita membenci pemerintah dan perpolitikan.

Apabila kita menginginkan pemerintah melindungi warisan sejarah, maka para sejarawan dan budayawan harus memasuki dunia politik. Kebencian dan pemisahan diri dari dunia politik merupakan sikap para pengecut, yang bersorak di sudut kedai kopi dan bersembunyi di balik teori.

Peradaban Aceh yang kita banggakan itu tidak ada lagi sekarang. Semuanya tinggal kenangan di lembaran kitab sejarah dan artefak. Aceh memiliki arsitektur, tetapi sekarang, kita sebagai orang Aceh tidak lagi menggunakan seni tersebut di rumah, masjid, dan bangunan lainnya.

Aceh memiliki aksara Jawi, tetapi tidak ada orang Aceh yang menulis dalam hahasa dan aksara itu sekarang. Aceh telah meninggalkan peradabannya sehingga dunia mengabaikan peradaban Aceh.

Aceh memiliki sistem pertanian, tetapi kita tidak menggunakan itu lagi sehingga makanan tidak lagi melimpah. Hanya adat laot (hukum laut) yang masih digunakan di Aceh sampai sekarang. Selain itu, peradaban Aceh telah punah di alam raya. Sisa-sianya masih ada untuk dipelajari dan digunakan, tetapi orang Aceh sendiri tidak lagi menggukannya.

Para peminat sejarah dan budaya menyalahkan para politisi dan orang-orang di pemerintahan yang mengabaikan warisan sejarah. Sementara pada saat bersamaan, para budayawan, seniman, para pencinta sejarah dan kebudayaan, mengabaikan dunia politik.

Siapa yang mesti mulai memperbaiki ini? Apakah politisi dan orang-orang di pemerintahan atau para budayawan dan peminat sejarah? Karena ini tentang peradaban Aceh dan penyelamatan warisan sejarah, maka para budayawan, seniman, pencinta sejarahlah yang mesti memulainya.[]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Terbaru

Gayo Lues Tuan Rumah Pra-PORA Sepak Bola

BLANGKEJEREN - Kabupaten Gayo Lues  akan menjadi tuan rumah Pra-Pekan Olahraga Aceh (PORA) Cabang...

Palestina: Israel Haraus Tinggalkan Yerusalem Timur dalam 1 Tahun

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menuduh Israel menghancurkan prospek penyelesaian politik berdasarkan solusi dua negara  melalui permukiman di Tepi...

Saksikan Pacuan Kuda di Gayo Lues, Pengunjung Disuntik Vaksin, Dikasih Sembako

  BLANGKEJEREN - Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Gayo Lues menggelar latihan bersama...

Putri Bimbim Slank Mezzaluna Siap Go Internasional Lewat Lagu ‘In Situ’

Putri Bimbim Slank, Mezzaluna D'Azzuri mengikuti jejak sang ayah terjun di industri musik Indonesia. Bukan sebagai drummer,...

Berikan Pemahaman kepada Masyarakat Pentingnya Vaksinasi Covid-19

SABANG – Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah M.Kes., menitipkan pesan kepada para kepala Puskesmas...

Aceh Hari Ini: Siasat Kawat Palsu Pemuda Atjeh Sinbun Untuk KNIL

Para pemuda pejuang Aceh di redaksi surat kabar Atjeh Sinbun membuat kawat palsu atas...

SMUR Minta Pemkab Aceh Utara Cabut Izin HGU PT SA

LHOKSEUMAWE – Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR) bersama warga Kecamatan Simpang Keuramat, meminta Pemerintah...

Realisasi PAD Getah Pinus Gayo Lues Baru 14 Persen

BLANGKEJEREN – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gayo Lues dari bagi hasil getah...

Kabid Humas Polda Aceh: Khana Darasa Naswa Hanya Alami Sikosomatik

BANDA ACEH – Khana Darasa Naswa (12) siswi SMK Negeri 1 Lkokseumawe yang tumbang...

Tim Polyrobocom PNL Ikuti Kontes Robot Indonesia 2021

LHOKSEUMAWE - Tim  Polyrobocom Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) mengikuti ajang Kontes Robot Indonesia (KRI)...

Ganti Rugi Lahan Jalan Tol di Padang Tiji Dinilai Bermasalah

BANDA ACEH - Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol di Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten...

Orang Tua Siswi Korban Vaksin di Lhokseumawe akan Tempuh Jalur Hukum

LHOKSEUMAWE – Aji Usman (52) akan tetap menempuh jalur hukum, setelah Khana Darasa Naswa...

Ritual Pagi Hari Demi Kualitas Hidup

Pebisnis sekaligus penulis buku "The Miracle Morning", Hal Elrod, mengakui, bangun pada pagi hari...

Risiko Berat Mualaf Juan Berjuang Sembunyikan Islamnya

Juan Dovandi (19 tahun) masih terus berproses sebagai mualaf. Karena hingga saat ini dia...

Conor McGregor Bikin Onar dan Patah Kaki, Nasibnya Kini

Kabar terbaru disampaikan Presiden Ultimate Fighting Championship (UFC) Dana White. Hal ini soal nasib Conor...

Kemenag dan Dinas Dayah Persiapkan Hari Santri Nasional

BANDA ACEH - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh dan Dinas Pendidikan Dayah Aceh...

Tak Layak Pakai, Delapan Ruang Belajar SMPN 1 Tanah Luas Direhab

LHOKSUKON – Delapan ruang belajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Tanah Luas,...

Polisi Selidiki Kasus Dugaan Penyerobotan Lahan di Simpang Keuramat

LHOKSEUMAWE- Tim penyidik Polres Lhokseumawe melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan penyerobotan lahan antara masyarakat...

Jika Bitcoin Jadi Sangat Sukses, Ini Prediksi Miliarder Ray Dalio

NEW YORK - Pendiri hedge fund terbesar di dunia, Bridgewater Associates, Ray Dalio memprediksi...

Premier Oil Andaman Cari Cadangan Migas Baru di Aceh

BANDA ACEH – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKSK) Premier Oil Andaman mencari cadangan minyak...
Butuh CCTV, dapatkan di ACEH CCTV. ALAMAT: Jln Tgk Batee Timoh lr Peutua II, Gampong (Desa) Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh. Kode Pos 23114. TLP/WA : 0822.7700.0202 (MUSRIADI FAHMI). Taqiyya Cake and Bakery, Tersedia: Brownies, Bolu pandan, Bolpis, Bolu minyak, Bolu Sungkish, Ade, Donat, Serikaya, Raudhatul Jannah (082269952496), Perum Gratama Residence No 5 Mibo Lhoong Raya Banda Aceh. Kunjungi Showroom Honda Arista. Jl. Mr. Teuku Moh. Hasan No.100, Lamcot, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 23242. Hubungi: No Tlp/WA : 082236870608 (Amirul Ikhsan). Kunjungi Usaha Cahaya Meurasa/ Kue Kacang Alamat: Perumahan Cinta Kasih, Gampong (Desa) Neuheun, Kec. Masjid Raya, Aceh Besar. Tersedia Kue Malinda/Kacang dan Nastar. Hubungi TLP/WA: 085277438393 (Nurjannah) - Bimbel Metuah, Almt: Jl. Seroja No. 5, Ie Masen Kayee Adang, Ulee Kareng, Banda Aceh. HP/WA: 0823 6363 2969 (Ola). Instagram: @bimbelmetuah @metuah_privat