BANDA ACEH – Pengurus Museum Aceh, Almuniza Kamal, mengatakan, persiapan pameran bertema ''Batu Nisan Aceh – Dan Sumbangannya Bagi Pengetahuan Sejarah Kebudayaan dan Peradaban Islam di Asia Tenggara”, yang akan dilangsungkan di Museum Aceh, pada 9-16 Mei 2017, hampir selesai.

“Kami tengah menunggu materi pameran dari pihak Mapesa, hampir selesai disiapkan. Pameran enam hari ini dilaksanakan oleh Museum Negeri Aceh bersama Mapesa (Masyarakat Peduli Sejarah Aceh) dan BPCB,” kata Almuniza, di Banda Aceh, Kamis 6 April 2017.

Almuniza mengatakan, batu nisan yang akan dipamerkan nantinya adalah warisan Kesultanan Lamuri, Samudra Pasai, dan Aceh Darussalam.

“Selain pameran, bersamaan itu juga dibuat seminar tentang batu nisan Aceh dengan pemateri Dr Husaini Ibrahim, Taqiyuddin Muhammad, Deddy Sastria, dan seorang arkeolog dari Sumatra Utara,” kata Almuniza.

Sementara persiapan dari pihak Museum Aceh sendiri, kata Almuniza, pihaknya telah mengambil 12 batang batu nisan Aceh dari sekretariat Mapesa, pekan lalu.

“Dari pihak Museum juga tengah menyiapkan tampilan-tampilan dan hal lain yang diperlukan. Setelah semua persiapan selesai pihak Museum bersama Mapesa akan mempresentasikannya pada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Pameran ini direncanakan dibuka oleh Gubernur Aceh, dan seminarnya akan dibuka oleh Dirjen Kepurbakalaan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Almuniza.

Sebelumnya, Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyatakan segera mengeluarkan peraturan gubernur (Pergub) tentang Batu Nisan Aceh, dan mendaftarkan benda warisan dunia Islam dari peradaban Aceh tersebut di UNESCO sebagai benda warisan budaya dunia.[]