Selasa, Juli 23, 2024

Dinkes Gayo Lues Keluhkan...

BLANGKEJEREN - Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues mengeluhkan proses pencairan keuangan tahun 2024...

H. Jata Ungkap Jadi...

BLANGKEJEREN – H. Jata mengaku dirinya ditunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menjadi Pj....

Bandar Publishing Luncurkan Buku...

BANDA ACEH - Penerbit Bandar Publishing Banda Aceh meluncurkan sekaligus dua karya Dr....

Rombongan Thailand Selatan Kunjungi...

BANDA ACEH – Delegasi dari berbagai lembaga di Thailand Selatan mengunjungi Kantor Partai...
BerandaInspirasiTeknoBangkit dari Pandemi...

Bangkit dari Pandemi dengan Literasi Digital

LHOKSUKON – Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh kembali bergulir. Pada Sabtu, 18 September 2021 pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, telah dilangsungkan webinar bertajuk “Bangkit dari Pandemi dengan Literasi Digital”.

Kegiatan masif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan  kognitifnya untuk  mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital.

“Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual.

Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktivitas di ranah digital.

Pada webinar yang menyasar target segmen mahasiswa, siswa, guru, dosen, dan masyarakat umum, dihadiri oleh sekitar 1.676 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, paranarasumber yang berkompeten dalam bidangnya. Yakni Nelvia Gustina, Komisioner Komisi Informasi DKI Jakarta; Rizki Hesananda, S.Kom., M.Kom., Lecture dan Programmer; Syarifuddin, ST., MT.,CBHCM., CHCBP., BHRBP., BHRM., Staf Pengajar di Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik dan Sekretaris PKM Center Univ. Malikussaleh Aceh; dan Muhammad Nasrullah, S.Pd., M.Si., Dosen Unimal, Pengurus HIPMI Aceh Utara, Pengurus KNPI Aceh Utara, alumni Univ. Indonesia (UI). Popi Anggraini sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya.

Para narasumber tersebut memperbincangkan tentang 4 pilar literasi digital, yakni Digital Culture, Digital Ethic, Digital Safety dan Digital Skill. Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber.

Seperti Ossi Febria yang bertanya bagaimana metode yang diterapkan dalam menjaga keamanan tatanan ruang digital, mengingat kecanggihan teknologi informasi semakin membuat resiko kejahatan digital semakin luas?

Narasumber Rizki Hesananda, S.Kom.,M.Kom., menanggapi selagi data yang kita buat itu bersih sebenarnya tidak masalah, tapi ada metode preventif ketika kita ingin meng-upload bisa kita pikirkan terlebih dahulu, pilah informasi yang ingin kita posting ke sosial media.

Jangan posting hal-hal yang tidak layak di-upload. Jangan upload juga hal-hal yang sensitif seperti foto KTP atau data pribadi kita ke sosial media. Webinar ini merupakan satu dari rangkaian webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Aceh Utara. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.[](ril/*)

Baca juga: