LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota Lhokseumawe melanjutkan pembangunan pengaman pantai Cunda-Meuraksa pada tahun anggaran (TA) 2021 senilai Rp4,9 miliar lebih. Tender pekerjaan konstruksi tersebut dimenangkan PT Putra Lamkuta Mandiri asal Bireuen dengan harga penawaran Rp4,6 miliar lebih.
Dilihat portalsatu.com/ pada laman resmi LPSE Kota Lhokseumawe, Senin, 27 September 2021, tahapan tender paket di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut saat ini adalah masa sanggah, 24-29 September 2021. Jadwal tahapan surat penunjukan penyedia barang/jasa pada 29 September, dan penandatanganan kontrak, 30 September 2021.
Kepala Dinas PUPR Lhokseumawe, Safaruddin, dikonfirmasi portalsatu.com/ melalui WhatsApp, Senin (27/9), mengatakan lokasi pekerjaan pengaman pantai Cunda-Meuraksa tahun ini di Meuraksa, Kecamatan Blang Mangat.
“Mengingat kondisi pantai di Meuraksa telah terjadi abrasi pantai. Mengakibatkan kerusakan lahan masyarakat serta terjadinya pendangkalan kuala sehingga boat-boat nelayan susah untuk masuk ke kawasan kuala. Untuk panjang penanganannya sekitar 200 meter,” kata Safaruddin.
Safaruddin menyebut pembangunan tanggul pengaman pantai Meuraksa itu menindaklanjuti permohonan masyarakat setempat. “Itu permohonan dari masyarakat Meuraksa,” ujarnya.
Safaruddin kemudian mengirim surat tersebut kepada portalsatu.com/. Surat ditandatangani Imum Mukim Meuraksa itu nomor: 600/014/2021, perihal permohonan pembangunan tanggul pengaman pantai, tanggal 4 Januari 2021, ditujukan kepada Wali Kota Lhokseumawe c/q Kadis PUPR.
“Sehubungan dengan telah terjadinya abrasi pantai sepanjang pantai dalam wilayah Kemukiman Meuraksa yang mengakibatkan tergesernya pantai dan lahan masyarakat sehingga menghambatnya aktifitas mata pencaharian masyarakat dan terancamnya pemukiman masyarakat”.
“Berkenaan dengan hal tersebut di atas kami mohon kepada bapak untuk dapat dibangun tanggul pengaman pantai sepanjang pantai dalam wilayah Kemukiman Meuraksa, mengingat kegiatan tersebut sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya bencana yang lebih besar dan kegiatan tersebut kami berharap dapat dilaksanakan pada tahun anggaran 2021,” bunyi surat itu.
Surat itu turut diteken Keuchik Gampong Kuala, Gampong Jambo Mesjid, Gampong Jambo Timu, Gampong Blang Cut, Panglima Laot Meuraksa, dan Camat Blang Mangat sebagai pihak yang mengetahui.[](nsy)




