SIGLI – Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah, memerintahkan para Kepala SKPA terkait untuk segera menangani para korban musibah banjir. Pernyataan ini disampaikan Gubernur Zaini saat meninjau sejumlah kawasan yang dilanda banjir di Kabupaten Aceh Besar dan Pidie, Rabu, 27 Januari 2016. 

Informasi yang diterima menyebutkan ribuan warga mengungsi karena banjir. Daerah terparah banjir yang dikunjungi Gubernur Zaini seperti Desa Buga, Seulimum, Aceh Besar, Desa Jok Tanjung dan Kupula Tanjung dan Desa Meuke Beurabo, Padang Tiji, Pidie.

“Kawasan di sini yang terkena dampak banjir pada umumnya dekat dengan sungai, sehingga ketika hujan berterusan kerap mengalami banjir. Untuk itu, saya memerintahkan kepada Kepala Dinas Pengairan dan dinas terkait lainnya agar segera dibuat program tanggul di sekitar daerah sungai yang berpotensi mengalami luapan air ke tempat permukiman penduduk,” kata Gubernur Zaini. 

Sementara kepada para korban, Gubernur meminta agar tidak mudah berputus asa dalam menghadapi musibah tersebut. Dia juga menyarankan kepada para korban untuk tinggal di kamp pengungsian yang telah disediakan oleh pemerintah setempat. Hal ini untuk memudahkan proses penanganan lebih lanjut. 

“Terutama kepada para korban yang mengalami sakit-sakit, diharapkan agar segera berjumpa dengan petugas kesehatan yang sudah dipersiapkan di lapangan. Hal ini penting karena banjir biasanya dapat membawa banyak penyakit seperti diare, demam, gatal-gatal dan lain-lain,” ujar Gubernur. 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Zaini turut memberikan bantuan simbolis masa panik kepada para korban di sejumlah lokasi penampungan. Untuk penanganan musibah banjir pada kali ini, Gubernur mengingatkan kepada Kepala Dinas terkait agar memperhatikan kondisi para korban, terutama korban anak-anak dan golongan usia tua dengan sebaik mungkin. 

“Semua korban di daerah terkena dampak banjir saat ini harus segera dievakuasi. Jangan sampai ada yang tertinggal. Pemerintah akan menyediakan semua alat dan perlengkapan untuk proses evakuasi tersebut,” kata Gubernur.

Mengingat banyaknya daerah yang terkena dampak banjir di beberapa kabupaten di Aceh, Gubernur mengaku masih mempertimbangkan untuk menaikkan status darurat propinsi bagi proses penanganan musibah tersebut. 

“Pada prinsipnya kewenangan penanganan darurat yang pertama itu ada di masing-masing kabupaten dan kota. Akan tetapi jika proses penanganan di tingkat kabupaten tidak dapat berjalan dan daerah yang terkena dampak banjir semakin meluas, kita akan mempertimbangkan untuk status darurat propinsi,” ujarnya. 

Gubernur turut mengingatkan kepada warga yang tinggal di daerah rawan banjir untuk berhati-hati dan mempersiapkan diri dengan matang dalam menghadapi kemungkinan banjir. Pasalnya kondisi hujan saat ini diprediksikan masih akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan. [](bna)