Senin, Juni 24, 2024

HUT Ke-50 Aceh Tenggara,...

KUTACANE - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Tenggara membuka stan pelayanan...

Atlet KONI Aceh Rebut...

BANDA ACEH - Prestasi mengesankan ditoreh atlet binaan KONI Aceh yang dipersiapkan untuk...

Realisasi Pendapatan Asli Aceh...

BANDA ACEH - Realisasi Pendapatan Asli Aceh (PAA) tahun 2019-2023 melampaui target. Akan...

Judi Online: Antara Frustasi...

Oleh: Muhammad Syahrial Razali Ibrahim, Dosen Fakultas Syariah IAIN LhokseumawePemberitaan judi online akhir-akhir...
BerandaNewsBanjir Tiga Hari,...

Banjir Tiga Hari, Jalan Lintas Kecamatan Lhoksukon – Cot Girek Diblokir

LHOKSUKON – Warga Gampong Kumbang KM VII, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, membolir jalan gampong setempat yang merupakan jalan lintas menuju Kecamatan Cot Girek, Rabu, 26 September 2018. Pemblokiran jalan itu dilakukan sebagai bentuk protes warga yang kecewaan terhadap Pemkab Aceh Utara tak kunjung turun ke lokasi, meski banjir telah berlangsung tiga hari.

Pantauan portalsatu.com, pemblokiran dilakukan sejak pukul 08.30 WIB dengan menggunakan kayu yang dibentangkan di atas badan jalan. Puluhan mobil dan truk dari Kecamatan Lhoksukon menuju Cot Girek dan sebaliknya tidak bisa melintas dan tertahan di lokasi itu. Hanya sepeda motor, becak motor dan ambulans yang diizinkan melintas.

Terlihat puluhan personel Polres Aceh Utara bersenjata lengkap mengamankan lokasi tersebut. Selain itu, tampak juga Waka Polres Kompol Edwin Aldro, Kabag Ops AKP Iswahyudi dan Kasat Sabhara. Warga baru membuka blokir jalan setelah Camat Lhoksukon Saifuudin didampingi Kapolsek Lhoksukon AKP Teguh Yano Budi, turun ke lokasi itu pukul 11.30 WIB. Terlihat pula Ketua Komisi D DPRK Aceh Utara, Mawardi alias Tgk. Adek, yang mendengarkan keluhan warga setempat.

“Banjir ini sudah tiga hari, di sore hari air surut, tapi di malam hari air bertambah lagi karena hujan deras. Hingga saat ini belum ada perhatian dari pemerintah, makanya kita buat seperti ini (blokir jalan) agar para pemimpin yang duduk di pemerintahan turun ke lokasi. Jalan lintas kecamatan ini kami tutup sejak pagi tadi,” ujar Ilyas, 50 tahun, warga Gampong Kumbang KM VII.

Menurut Ilyas, pihaknya hanya akan membuka blokir jalan itu apabila pejabat Muspika Lhoksukon dan dinas terkait turun ke lokasi banjir, terlebih dua titik tanggul di gampong tersebut juga jebol.

“Ketinggian air saat ini di sisi kanan dari jalan Kecamatan Lhoksukon menuju Cot Girek di atas 1 meter, sementara di sisi kiri sedikit lebih rendah. Di atas badan jalan ketinggian air mencapai 40 centimeter. Sejauh ini belum ada warga yang mengungsi. Kami ingin pihak pemerintah turun ke lokasi melihat langsung dan mencarikan solusi terkait persoalan ini. Jangan sampai menunggu warga mengungsi baru datang,” ucap Ilyas.

Ilyas menambahkan, warga butuh kepastian kapan tanggul jebol itu akan diperbaiki, mengingat musim hujan sudah tiba. “Jika tanggul itu tidak diperbaiki, maka setiap hujan deras kami akan merasakan banjir. Kami sebenarnya tidak ingin mengganggu (memblokir) jalur lintas masyarakat, tapi jika tidak begini ya tidak ada perhatian dari pemerintah,” katanya.

Sementara itu, Geuchik Gampong Kumbang KM VII, Jufriadi, mengatakan, “Blokir jalan sudah kita buka karena Muspika sudah hadir ke lokasi. Tadi Camat Lhoksukon bilang akan mendampingi kami menemui Sekda Aceh Utara untuk menyampaikan persoalan tanggul jebol ini. Tgk. Adek dewan (Ketua Komisi D DPRK Aceh Utara, Mawardi) juga akan mendampingi”.[]

Baca juga: