LHOKSUKON Korban banjir yang mengungsi di Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, mulai kembali ke rumahnya masing-masing, Senin, 18 Januari 2016 siang. Keenam titik tenda pengungsian dan dapur umum kini terlihat lengang.
Hal itu disampaikan Camat Pirak Timu, H Tarmizi, kepada portalsatu.com. Dia mengatakan, keenam titik pengungsian tersebut adalah Gampong Teupin U dan Ceumecet yang berada di satu lokasi. Kemudian Gampong Matang Keh dan Pange satu lokasi, Gampong Bungong dan Glumpang satu lokasi, Gampong Asan Krueng Kreh gabung satu lokasi dengan Gampong Beuracan Rata dan Reungkam. Sementara Gampong Krueng Pirak dan Leupe mengungsi di desa masing-masing.
Sebanyak 14 desa terendam banjir kemarin (Minggu-red) dengan ketinggian air antara 90 centimeter hingga 1,2 meter. Saat ini air telah surut, warga mulai kembali ke rumah masing-masing sejak siang tadi dan membersihkan rumah dari sisa lumpur banjir, ujarnya.
Ia menambahkan, banjir yang melanda Kecamatan Pirak Timu kali ini akibat meluapnya Krueng Keuretoe, sedangkan Krueng Pirak masih aman dan siaga.
Hari ini aktivitas belajar terhenti karena jalan masuk di jembatan gantung Gampong Asan Krueng Kreh belum bisa dilintasi sepeda motor. Untuk kantor camat tetap buka, karena pegawai yang datang ke kantor menaikkan sepeda motornya dengan rakit, katanya.
Meski banjir telah surut, kata Tarmizi, warga masih mewaspadai banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi.
Warga terserang flu dan gatal-gatal akibat banjir, tapi sudah ditangani Puskesmas Pirak Timu. Sejauh ini tidak ada penyakit yang serius, hanya penyakit biasa jika banjir tiba, katanya.[](bna)



