ACEH UTARA – Anggota DPRK Aceh Utara, Tgk. Junaidi, mengatakan, selama ini kerap terjadi antrean panjang kendaraan untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) premium di SPBU wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe.

“Saya kira pemerintah harus mempertanyakan kepada Pertamina, karena ini menyangkut kepentingan rakyat. Pemerintah jangan hanya diam saja. Pemerintah berkewajiban untuk menindaklanjuti dengan memanggil pihak Pertamina guna mencari solusi terbaik,” ujar Tgk. Junaidi akrab disapa Tgk. Juned, di Gedung DPRK Aceh Utara, Senin, 14 Januari 2019.

Tgk. Juned menilai ada persoalan sehingga hampir setiap hari banyak kendaraan terpaksa mengantre berjam-jam di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk mengisi BBM premium.

“Jika dikatakan oleh pihak Pertamina kuota bahan bakar minyak jenis premium tidak dikurangi, kenapa juga terjadi seperti ini? Mungkin ada pihak-pihak tertentu yang bermain atau hal lainnya, sehingga kondisi ini membuat resah masyarakat,” kata Tgk. Juned, yang juga Ketua Pansus Migas DPRK Aceh Utara.

Oleh karenanya, lanjut Tgk. Juned, pihak kepolisian harus menyelidiki permasalahan ini. ''Pihak Pertamina juga perlu turun ke lapangan untuk mengecek di setiap SPBU, itu kewajiban dari Pertamina,” katanya.[]