IDI RAYEK- Petani seputaran gampong Alur Pinang, Kecamatan Peunarun mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur yang telah membangun barrier untuk menangani konflik gajah dengan manusia di wilayah tersebut.
Terimakasih Pak Bupati, kami masyarakat kecamatan Peunaron mengapresiasi langkah pemkab Aceh Timur yang telah seirus memperhatikan kami, terutama mengenai konflik gajah dengan masyarakat disini. Kami berharap pembangunan barier ini kedepan akan membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat di sini, ujar Sulaiman, salah satu petani palawija ketika diwawancarai portalsatu.com, usai pencanagan pembangunan barrier, Selasa 24 Mei 2016.
Disinggung mengenai kerugian masyarakat selama konflik dengan gajah Sulaiman mengakui tidak bisa ditaksirkan kerugiannya karena luas tanaman atau lahan yang dirusak begitu luas.
Berbicara kerugian kami tidak bisa menghitung lagi, jika sekali saja kumpulan gajah mengamuk itu bisa mencapai puluhan hektar area yang dirusak, hitung saja dalam sebulan bisa saja gajah mengamuk empat sampai lima kali, bahkan ada hampir sepekan berturut turut gajah mengamuk, kata Sulaiman yang mengakui telah bertani mulai sejak tahun 1990 di wilayah itu.
Selaku petani berharap pemerintah Aceh Timur agar tidak merasa bosan untuk terus menagani seirus konflik gajah tanpa ada pihak yang dirugikan sehingga ekonomi ditingkat perdalaman Aceh Timur tumbuh pesat.
Pengalaman petani mencatat selama konflik gajah semua pihak merasa dirugikan, pemerintah atau penegak hukum juga tidak bisa menyalahkan siapa- siapa disini, kami juga mengerti jika gajah dibunuh akan bermasalah dengan hukum, begitu juga sebaliknya pemerintah juga harus mengerti atas kerugian yang dialami petani. Mudah- mudahan dengan adanya pembangunan barrier ini bisa membawa perubahan dalam sumber pendapatan kami di sini, pungkas Sulaiman.[]


