LHOKSEUMAWE – Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DKPPP) Kota Lhokseumawe menyatakan terdapat tiga sampel daging ayam masih mentah yang sudah dicuci milik usaha restoran cepat saji KFC Lhokseumawe ditemukan beberapa jenis bakteri seperti e.coli,sp, salmonella,sp, dan staphylococcus,sp. Namun, sampel daging mentah itu yang belum dicuci, hasil uji lab negatif semua. Diuji kembali daging mentah yang sudah dicuci, muncul tiga sampel yang positif (terkontaminasi bakteri).

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPPP Kota Lhokseumawe, Drh. Afrizal, kepada para wartawan, Jumat, 13 Mei 2022.

Artinya, Afrizal, daging ayam masih mentah di KFC Lhokseumawe itu baru terkontaminasi dengan bakteri sesudah dicuci. Sebelum dicuci, daging mentah tersebut tidak ada residu dan bakteri.

“Perlu kita perjelas bahwa yang diuji adalah sampel daging mentah, bukan makanannya yang sudah menjadi sajian KFC. Kalau itu (makanan siap saji) kewenangan BPOM. Daging mentah itu berbahaya maksudnya adanya bakteri e.coli,sp, dan salmonella,sp, itu tidak bersih atau tidak steril. Sehingga DKPPP meminta KFC Lhokseumawe memperbaiki sinitasinya, intinya itu,” kata Afrizal didampingi Kepala DKPPP Lhokseumawe, Ir. Mehrabsyah, M.M.

Menurut Afrizal, sajian makanan KFC apabila dikonsumsi masyarakat itu tidak berbahaya. Namun, yang menjadi bahaya ketika masih daging mentah setelah dicuci karena terdapat bakteri.

“Bakteri e.coli,sp itu bisa terjadinya gangguan pencernaan manusia. Bakteri-bakteri itu ditemukan pada potongan daging ayam masih mentah yang sudah dicuci, sedangkan potongan daging ayam yang belum dicuci kondisinya aman,” ujar Afrizal.

Manajer KFC Cabang Lhokseumawen, Hari Pratama, dikonfirmasi portalsatu.com/, Sabtu, 14 Mei 2022, menyatakan masih belum bisa memberikan tanggapan. “Mungkin dalam waktu dekat ini manajemen kami akan mengeluarkan statement,” ucapHari Pratama.

Baca juga: Hasi Uji Lab: Daging Ayam di KFC Lhokseumawe tidak Layak Konsumsi, Ini Kata Manajernya

[]