BerandaBerita LhokseumaweBegini Penjelasan PPK Soal Proyek Talud Penahan Jalan Ujong Pacu Lhokseumawe Rp8,8...

Begini Penjelasan PPK Soal Proyek Talud Penahan Jalan Ujong Pacu Lhokseumawe Rp8,8 Miliar

Populer

LHOKSEUMAWE – Pejabat Pembuat Komiten (PPK) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lhokseumawe, Teuku Fajrin Alfiza, S.STP., mengatakan proyek Rekonstruksi Dinding Penahan Tanah (Talud Penahan Jalan) di Desa Ujong Pacu senilai Rp8,8 miliar lebih, kontraknya telah berakhir alias mati pada 21 November 2022. PPK memberikan tambahan masa kerja dalam denda maksimal 50 hari sejak 22 November kepada rekanan untuk menuntaskan sisa pekerjaan tersebut. Dana proyek itu akan dibayarkan lunas kepada rekanan setelah pekerjaan rampung 100 persen dan dipotong denda.

Teuku Fajrin Alfiza menyampaikan itu saat menghubungi portalsatu.com melalui telepon, Sabtu, 26 November 2022. Fajrin menjelaskan kontrak proyek bersumber dari dana hibah BNPB Pusat tersebut berlaku sejak 15 Juli sampai 21 November 2022. Menurut Fajrin, sejauh ini pemerintah baru membayar uang muka sebesar 20 persen dari nilai kontrak yakni Rp1,9 miliar kepada PT Putra Lamkuta Mandiri sebagai rekanan pelaksana proyek tersebut pada 3 Agustus 2022.

Fajrin membantah jika ada informasi yang menyebut pemerintah sudah membayar lunas dana proyek tersebut kepada rekanan. Dia menyebut sisa dana proyek itu sekitar Rp6,9 miliar lagi masih di kas negara.

“Ya ditahanlah (pembayaran lunas), mana boleh orang itu (rekanan) belum siap kerja ambil duit. (Sisa uang yang belum dibayarkan) ya di kaslah,” kata Fajrin. “Yang jelas, rekanan baru terima uang muka, 20 persen. Sekarang mereka kerja dalam denda,” tegasnya.

Fajrin mengklaim progres pekerjaan sampai berakhirnya kontrak pada 21 November sekitar 90 persen. “Rekanan sudah kerja dalam (masa) denda sejak 22 November untuk menyelesaikan sisa pekerjaan yang belum rampung. Mereka kerja dalam denda sekitar 10 persen lagi dari wanprestasi mereka,” ucapnya.

“Dalam aturan ada langkah-langkah setelah berakhir kontrak. Langkah-langkah inilah yang kita ambil. Kita berikan tambahan waktu maksimal 50 hari kerja dengan syarat denda 1/1000 per mil dari nilai sisa pekerjaan. Nanti berapa dipotong denda tergantung berapa cepat mereka kerja sampai siap. Misalnya, amsumsi 10 hari dengan denda Rp800 ribu per hari, berarti Rp8 juta. Denda itu nanti kita potong di ujung saat pembayaran lunas, setelah pekerjaan rampung 100 persen,” tutur Fajrin.

Fajrin menyebut ia sudah meminta konsultan pengawas untuk membuat perkiraan, kapan proyek tersebut akan rampung 100 persen. “Diperkirakan minggu pertama Desember sudah rampung. Poin yang saya ambil dari perkiraan itu, kalau pada 1 atau 2 Desember nanti bobot pelaksanaanya sudah 95-96 persen, kita bayarkan saja (lunas) pada tanggal tersebut, karena kita ada pegangan jaminan pemeliharaan 5 persen. Tapi, kalau di lapangan nanti masih ada sisa pekerjaan di atas 5 persen, enggak akan mau saya, karena enggak ada uang saya untuk ganti, enggak gilak saya, ” ujarnya.

“Kemudian ada jaminan pemeliharaan di bank. Jaminan pemeliharaan itu gunanya pada saat pekerjaan selesai sampai 180 hari ke depan, jika ada kerusakan di lapangan, rekanan harus tanggung jawab untuk memperbaiki. Borok (jaminan) itulah yang saya pegang,” tambah Fajrin.

Fajrin turut mengirimkan sejumlah foto kondisi proyek tersebut kepada portalsatu.com via WhatsApp. Di antaranya, foto lokasi pekerjaan dengan progres 100 persen yang direkam pada Kamis, 24 November 2022, dan foto-foto diambil pada titik yang sama tetapi waktunya selama pekerjaan. “Dari titik yang sudah 100 persen pada Kamis, dua hari lalu, pekerjaan terus menjalar ke lokasi yang sedang dalam proses penyelesaian,” ucapnya.

[Kondisi pekerjaan pada salah satu titik proyek Talud Penahan Jalan di Desa Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Kamis, 24 November 2022. Foto kiriman PPK Fajrin]

Baca juga: Proyek Talud Penahan Jalan Rp8,8 Miliar Mati Kontrak, Ketua DPRK Lhokseumawe Menduga Dikerjakan ‘Cilet-cilet’.[](red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya