LHOKSEUMAWE – Pihak PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lhokseumawe merespons keluhan masyarakat Dusun Biram, Gampong Plu Pakam, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, yang sampai saat ini terpaksa menggunakan pohon pinang sebagai penyangga kabel listrik.
Manajer PLN UP3 Lhokseumawe, Muhammad Haiqal, dihubungi portalsatu.com/ via telepon seluler, Kamis, 19 Januari 2023, mengatakan sejauh ini pihaknya belum menerima laporan secara resmi tentang keluhan warga pedalaman Aceh Utara itu. Haiqal berharap masyarakat Dusun Biram atau aparatur Gampong Plu Pakam menyampaikan keluhan tersebut secara resmi melalui surat kepada pihak PLN agar dapat ditindaklanjuti. Seperti di Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, warga setempat pernah mengeluhkan hal serupa dengan menyurati PLN, dan setelah itu ditindaklanjuti.
“Karena itu harus merunut lagi histori pemasangan tiang pohon pinang itu pada tahun berapa. Kita akan telusuri kendalanya apa. Terkait hal ini, saya akan turunkan tim untuk survei atau menelusuri ke lapangan bagaimana kondisinya. Nanti baru ditindaklanjuti, dan perlu juga tim kita menjumpai keuchik setempat terkait hal itu,” kata Haiqal.
Menurut Haikal, jika benar masyarakat Dusun Biram Gampong Plu Pakam sudah pernah mengajukan surat permohonan kepada PLN Rayon Lhoksukon pada 2019, maka akan lebih mudah untuk ditindaklanjuti yang diawali dengan survei ke lapangan oleh tim.
“Kita akan mengecek kembali (apakah ada surat permohonan itu). Nanti pihak manajer Lhoksukon dan tim akan turun ke lapangan untuk melihat apa keluhan masyarakat di sana. Kalau ada keluhan masyarakat seperti itu tentunya kita langsung mengkaji. Bila material (tiang listrik) tersedia langsung kita lakukan perluasan dalam rangka perbaikan mutu pelayanan,” ujar Haiqal.
Diberitakan sebelumnya, bukan tiang beton atau besi baja, tapi pohon pinang dijadikan penyangga kabel listrik di Dusun Biram, Gampong Plu Pakam, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara.
“Masyarakat di sini memotong pohon pinang untuk dijadikan tiang listrik. Jumlahnya sekitar 40 pohon pinang, sebagian mulai rapuh,” kata Kepala Dusun Biram, Gampong Plu Pakam, Nariman, kepada wartawan, Rabu, 18 Januari 2023.
Nariman menyebut warganya menggunakan pohon pinang untuk menyangga kabel listrik sejak tahun 2000. Jika sudah rapuh diganti dengan menebang pohon pinang lainnya. Menurutnya, hal itu terpaksa dilakukan lantaran sampai saat ini tidak ada pemasangan tiang besi atau beton dari PT PLN.
“Ada sebagian kabel listrik menjuntai mendekati tanah di jalan atau kebun warga, ada juga tersangkut di pohon cokelat. Ini sangat meresahkan masyarakat saat berkebun,” ujar Nariman
Nariman menilai jika pohon pinang yang dijadikan tiang listrik itu kondisinya sudah rapuh tentu membahayakan bagi warga. “Kita khawatirkan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti terbakar kalau disambar petir, atau ada kabel putus,” ucapnya.
Menurut Nariman, pada tahun 2019 pihaknya sudah menyampaikan permohonan kepada PLN Rayon Lhoksukon untuk pemasangan tiang listrik yang layak, tapi sejauh ini belum ada respons.
Baca: https://portalsatu.com/puluhan-pohon-pinang-dijadikan-tiang-listrik-di-pedalaman-aceh-utara/.[]





