SUBULUUSALAM – Ohi Dermawan, 11 tahun, pecatur termuda asal Kampung Penanggalan, Kecamatan Penanggalan, Subulussalam, memiliki cerita unik di balik kesuksesannya mampu memenangkan lomba catur selama ini. Bocah yang memiliki bakat mengatur bidak catur sejak sebelum masuk sekolah dasar ini, ternyata pada awalnya belajar permainan strategi tersebut dari media laptop.
“Abang saya ada laptop di situ ada permainan catur, saya belajar sampai level 7 bisa saya kalahkan,” kata Ohi, putra dari pasangan Foarota dan Sorta kepada portalsatu.com usai acara pembukaan kejuaraan catur provinsi Aceh di Subulussalam, Kamis, 13 Oktober 2016.
Ilmu yang diperoleh dari laptop tersebut kemudian diterapkan saat main catur bersama teman-temannya. Berbekal dari pengalaman, ia akhirnya berhasil mengalahkan lawannya di dunia nyata.
Ohi Dermawan kerap mewakili sekolahnya ketika mengikuti turnamen catur. Tak tanggung-tanggung, di tingkat kecamatan ia memperoleh juara pertama sedangkan tingkat kota menembus juara III. Untuk kali ini, Ohi mencoba mengasah kemampuan untuk bertarung di level provinsi Aceh.
“Tingkat provinsi belum pernah ikut, target kalau bisa juara satu,” katanya sambil tertawa.
Foarota orangtua Ohi mengaku tidak pernah mengajar anaknya untuk bermain catur. Dia sendiri mengaku kalah jika harus berhadapan dengan putranya itu.
“Bakat dia sudah terlihat sebelum masuk sekolah, saya selalu mendukung setiap Ohi mengikuti perlombaan supaya dia tetap semangat dan memenangi perlombaan,” katanya.[]
Laporan: Sudirman



