BANDA ACEH – Kyriad Hotel Indonesia, secara resmi membuka cabang di Kota Banda Aceh, bernama Kyriad Muraya Hotel Aceh. Peresmian hotel berbintang tiga tersebut dilakukan melalui soft opening di hotel tersebut, Simpang Lima, Banda Aceh, Kamis, 16 November 2017.
Director of Operation Kyriad Hotel Indonesia, Mugi Harjo, mengatakan, bahwa Kyriad Muraya Hotel Aceh merupakan hotel bintang 3, dengan memiliki 126 kamar, yang terdiri dari 6 kategori jenis kamar.
“Antara lain ada kategori jenis kamar superior room, deluxe room, family room, business suite room, honeymoon suite room, dan president suite room,” kata Mugi Harjo dalam konferensi pers tersebut.
Selain memiliki beberapa kategori kamar, Kyriad Muraya Hotel Aceh juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dirancang untuk menjaga dan memberikan kenyamanan tamu. “Dilengkapi dengan restauran yang buka 24 jam (Al Hamba Resto), gift shop, Daud Terrace Cafe, dan internet berkecepatan tinggi,” jelas Mugi Harjo.
“Kyriad Muraya Hotel Aceh menyediakan 7 ruang rapat, yakni Sigli, Tamiang, Banda, Langsa, Lamno, Jantho, dan Pidie, lengkap dengan peralatan yang dibutuhkan untuk rapat dan bisa mengakomodir sebanyak 200 orang,” jelasnya lagi.
Sejak dikembangkan November 2014 lalu, Kyriad Hotel Indonesia sudah memiliki lebih dari 32 hotel yang tersebar di beberapa kota besar di seluruh Indonesia, seperti Jakarta, Bekasi, Tangerang, Anyer Serang, Puncak Bogor, Bandung, Subang, Tegal, Purwokerto, Purbalingga, Pekalongan, Semarang, Yogyakarta, Gresik, Balikpapan, Makassar, Baubau, Pekanbaru, Nusa Dua Bali, Kuta Bali, Legian Bali, Sire Lombok, Jayapura, dan terus akan berkembang di beberapa kota besar lainnya. Dan saat ini beberapa hotel tersebut sedang dalam taraf pembangunan.
Dalam konferensi pers soft opening tersebut, General Manajer Kyriad Muraya Hotel Aceh, Bambang Pramusinto, mengatakan, bahwa hotel ini memiliki potensi yang sangat besar dan siap melayani para tamu yang berkunjung ke Aceh dan siap memfasilitasi kegiatan-kegiatan rapat saat sedang berada di Banda Aceh.
“Lokasinya yang terletak di pusat kota, menjadikan hotel ini lebih mudah untuk mendapatkan akses ke beberapa tempat, salah satunya Bandara Internasional Iskandar Muda, yang dapat ditempuh hanya dengan waktu lebih kurang 20 menit dari hotel,” ungkap Bambang Pramusinto.
“Kyriad Muraya Hotel Aceh, dengan letaknya yang sangat strategis, yaitu berada di Jalan Teungku H Mohd Daud Beureueh, No 5, Kuta Alam, Banda Aceh, dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk melakukan perjalanan wisatanya ke berbagai daerah wisata Aceh, seperti Masjid Raya Baiturrahman, Museum Provinsi Aceh, Museum Tsunami, PLTD Apung, Suzuya Mall, dan Pantai Ulee Lheue. Dilengkapi sarana tempat ibadah, kamar yang cukup nyaman, fasilitas yang memadai dengan pilihan kamar pemandangan menghadap ke gunung atau laut,” ungkapnya lagi.
Kyriad Muraya Hotel Aceh yang berada di bawah Kyriad Hotel Indonesia serta bernaung di Louvre Hotel Group, operator hotel terbesar ke-2 di Eropa dan terbesar ke-5 di dunia ini, terletak di Simpang Lima, yang menjadi landmark Kota Banda Aceh. Selain itu, Kyriad Muraya Hotel Aceh dikelilingi oleh kantor-kantor pemerintahan, perbankan, BUMN, serta terdapat beberapa restoran favorit terdekat, toko-toko, dan juga butik.[]




