Karya: Jamaluddin
Penyuka sastra

Berdusta Tentang Cinta

Berdusta tentang cinta
Mengatasnamakan cinta kemudian membenci

Mengorbankan seluruh kekuatan cinta yang dikandung langit bumi
Demi menggenggam sedebu cinta yang dianggap suci

Dalam maklumat cinta hanya melihat diri sementara itu masih mengemis pada perantara cinta-cinta yang lain

Mengenal cinta hanya yang dihantarkan oleh sentuhan, warna, merdu, dan harum
Kemudian menjadi budaknya yang setia
Merawatlah akan kebencian pada segala yang membuat keindahannya menjauh
Menghambanya pada kefanaan jua

Langkah-langkah bergerak mendekati yang disebut cinta
Pandangan pun berjuang mencari-cari

Yang baru mengenal terjebak akan tersesat dalam pencarian

Dalam lelah perjalanan berdekade
akan merasakan kehadiran keabadian
yang jarang ditemukan oleh rasa, pada persembahan warna dan juga tidak oleh kemerduan

Berbaris-baris para pencari cinta telah melintasi waktu mereka semua tak pernah kembali
Sementara cinta yang mereka cari tak pernah dimiliki kecuali hanya sesaat

Untuk mengenal keabadian cinta terkadang harus diam sedetik untuk tafakkur dan merasakan cinta yang kekal atau fana

Hidup dalam kebaikan Sang Arrahman dan Arrahim

Sanjung puja yang diletakkan pada sesuatu
yang pada suatu masa akan musnah itu adalah kesia-siaan

Tidaklah dilahirkan untuk kesia-siaan
harus perjuangkan hati tidak berpaling dari kenyataan tetap berpegang pada kebaikan
Mengenal antara mana keagungan sekejap dan mana yang abadi

Akan saja terus berdusta tentang cinta selama masih mengsingkan diri dari petuah-petuah suci

Akan pun terus berdusta tentang cinta
Jika masih membiarkan tak peduli para musafir yang menuju taman abadi berlalu

Yang masih mengagungkan kefanaan
Masih seharga debu yang sangat ringan mudah berterbangan tak terkendali tunduk dalam dipermainkan dunia

Loh Angen 30 April 2021/Jumat 18 Ramadhan 1442 H.[]