BANDA ACEH – Setelah ditemukan mayat satu keluarga keturunan Tionghoa asal Sumatera Utara beberapa hari lalu, di kawasan Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin malam, 8 Januari 2018, beberapa kabar miring sempat beredar di masyarakat.

Hal ini sangat disayangkan karena selain dapat mengganggu kinerja petugas kepolisian dalam menjalankan penyidikan kasus tersebut, juga dapat memperburuk citra Aceh di luar. Oleh karena itu, agar tidak memperkeruh keadaan, Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar, meminta semua pihak untuk mengkonfirmasi terlebih dahulu (khususnya awak media) kepada pihak kepolisian apabila mendapat kabar menyangkut kasus yang sedang diselidiki.

“Terkait berita-berita liar yang tidak jelas (setelah penemuan ketiga mayat tersebut), sudah saya katakan untuk konfirmasi kepada saya,” ungkapnya saat dikonfirmasi mengenai beredarnya beberapa info miring, Rabu, 10 Januari 2018.

Ketika konferensi pers di Kantor PWI Aceh, Kombes Pol Misbahul mengatakan, sempat tersiar kabar bahwa kasus pembunuhan terjadi karena konflik antar-etnis. Namun, kabar itu dibantah oleh pihak kepolisian dengan mengatakan bahwa kasus itu murni kriminal.

Sesaat pascakonferensi pers, kabar miring kembali terdengar dengan tersebarnya foto dan video yang diduga pelaku dari penemuan mayat pada Senin malam di sosial media. Ternyata kebenarannya juga dipertanyakan karena info tersebut merupakan hoaks.

Foto dan video itu merupakan kasus hipnotis yang terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 8 Januari 2018 lalu.

“Makanya saat ini saya sedang memonitor karena mendengar informasi berkembang sudah yang aneh-aneh, makanya saya seizin Pak Kapolda untuk meluruskan hal-hal ini,” jelasnya.

“Namun setelah klarifikasi tadi, kok tiba-tiba muncul gambar itu (foto yang dikatakan pelaku pembunuhan). Ini seakan ada yang ingin memperkeruhkan suasana,” jelasnya lagi.

Terkait keberadaan tersangka, Kombes Pol Misbahul mengutarakan, hal itu masih ditangani pihak penyidik.

“Terkait masalah tersangka, buat apa kita tutup-tutupi, namun kan saat ini tim memang sedang bergerak (penyidikan), kan kita memang tidak tahu mereka saat ini di mana,” ujarnya.

“Kalau memang faktanya benar, ayo kita sama-sama kemas beritanya,” ujarnya lagi.[] (*sar)