REDELONG – Polemik bendera Aceh tak kunjung berakhir dinilai hanya menguras energi para elite. Itu sebabnya, Pemerintah Aceh diminta mengambil sikap bijak, apakah tetap mempertahankan bintang bulan atau mengabulkan permintaan Pemerintah Pusat untuk mengubah bendera Aceh.
Psikolog Gayo, Ismi Niara Bina minta pemerintah tidak egois dalam pembentukan lambang dan bendera Aceh. Kata dia, di kalangan sebagian masyarakat Aceh, bendera bintang bulan seakan “menggiring” mereka kembali ke masa kelam saat konflik berkecamuk di Serambi Mekah
Ismi mengakui sudah sewajarnya Aceh memiliki lambang dan bendera. Namun, kata dia, mestinya hal itu menjadi simbol pemersatu rakyat dan melambangkan kekayaan adat istiadat serta budaya Aceh. Itu sebabnya, Ismi berharap Pemerintah Aceh merumuskan bendera yang dapat mempersatukan antarsuku bangsa di Aceh.
“Di Aceh banyak suku, bendera Aceh bintang bulan tak semua suku bisa menerima sebagai identitas Aceh,” sebut Ismi menjawab pesan BlackBerry Messenger portalsatu.com, Jumat, 29 April 2016.
Pemerintah Aceh dan para pihak terkait, kata Ismi, perlu duduk kembali merumuskan bentuk bendera untuk menghilangkan image separatis yang digunakan kelompok GAM pada masa konflik. Kata dia, mestinya bendera itu lebih mengedepankan ciri Aceh yang cinta damai.
Ia menilai bentuk bendera “alam pedang” cukup bagus. Selain berbeda dengan bendera yang digunakan oleh GAM, kata dia, juga dapat mengenang kejayaan Aceh di masa lampau, sekaligus sebagai penyemangat bagi generasi ke depan bahwa Aceh sebuah daerah berdaulat.
“Bendera Aceh alam pedang sangat penting. Kita ingin lestarikan kejayaan Aceh masa lampau bahwa kita pernah memiliki peradaban yang hebat, dan kita mampu mewujudkannya kembali dalam bingkai NKRI,” ujar Beru Gayo Duta Wisata Bener Meriah 2011 itu.
Ismi menilai jika polemik bendera tak kunjung selesai, dikhawatirkan akan menimbulkan perpecahan antara sesama suku di Aceh karena perbedaan pendapat terus meruncing.
Dikatakan, tanpa mengesampingkan arti penting dari bendera Aceh, ada banyak masalah dan tantangan lain yang harus segera selesaikan oleh Pemerintah Aceh.
“Kita ingin Aceh memiliki bendera, tapi bendera yang dapat mempersatukan kita dengan ragam suku yang ada di Aceh, tidak untuk memecahbelahkan kita,” ujar Ismi.[]

