LHOKSEUMAWE – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe menyelenggarakan Pekan Akselerasi dan Sinergi Ekonomi Syariah Festival (PASE Fest) 2026, di halaman Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe, pada 6–8 Maret 2026.

Kegiatan yang bertepatan dengan momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah itu menjadi program strategis KPwBI Lhokseumawe dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk dalam proses pemulihan ekonomi pascabencana banjir bandang beberapa waktu lalu.

Rangkaian PASE Fest tersebut diawali dengan tabligh akbar dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an, Jumat (6/3), di Masjid Islamic Center Lhokseumawe yang menghadirkan Dr. Tgk. H. Awwaluz Zikri, Lc., MA. Ini sekaligus menandai pembukaan kegiatan oleh Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan ekonomi dan
keuangan syariah.

Memasuki kegiatan utama pada Sabtu (7/3), PASE Fest diisi dengan beragam perlombaan dan aktivitas edukatif yang melibatkan masyarakat lintas usia, antara lain lomba mewarnai, tahjiz mayyit, dakwah islam, azan, serta lomba hafalan surat pendek. Tercatat sekitar 400 peserta, 35 sekolah di Lhokseuamawe dan sekitarnya berpartisipasi pada rangkaian lomba, mulai dari seleksi secara online hingga babak final yang dilaksanakan selama dua hari.

Selanjutnya, pada Ahad (8/3) dengan agenda lomba Dai Cilik, Dakwah Islami Kategori Dewasa, serta Olimpiade Ekonomi Syariah. Edukasi ekonomi dan keuangan syariah kembali diperkuat melalui sosialisasi program strategis Bank Indonesia, disertai penyelenggaraan Bazar UMKM, layanan penukaran uang SERAMBI, QRIS Experience dan Pasar Murah. PASE Fest juga menghadirkan berbagai booth sertifikasi halal, layanan wakaf experience, layanan perbankan, serta layanan pelaporan SPT dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Lhokseumawe guna memudahkan masyarakat mengakses layanan publik dalam satu kawasan.

Kepala KPw BI Lhokseumawe, Prabu Dewanto, Ahad (8/3), mengatakan, pada kesempatan tersebut pihaknya juga menggelar sosialisasi dan edukasi, antara lain penjelasan peran ekonomi syariah bagi perekonomian daerah, pengenalan penggunaan QRIS, Pelindungan Konsumen (PEKA), Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, serta kampanye belanja bijak.

Prabu menambahkan, sejalan dengan penguatan ekonomi dan keuangan syariah, bazar UMKM menghadirkan produk-produk unggulan pelaku usaha kreatif di Kota Lhokseumawe. Kemudian, juga terdapat layanan kas keliling Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) menjadi salah satu magnet utama pengunjung, sejalan dengan komitmen Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar di lingkungan masyarakat.

Selain itu, Prabu menyebut, event PASE Fest 2026 juga menawarkan berbagai benefit menarik untuk pengunjung dalam menggunakan kanal transaksi digital QRIS. Secara keseluruhan, kegiatan itu melibatkan empat perbankan dan tujuh UMKM, sebagai bagian dari upaya mendorong inklusi keuangan, memperluas digitalisasi transaksi non-tunai, serta memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Lhokseumawe.

“Layanan kas keliling itu mendapat perhatian masyarakat. Selama dua hari kegiatan, Bank Indonesia mengalokasikan sekitar 3.100 paket penukaran. Di sisi lain, sinergi dengan Disperindagkop dan UKM Kota Lhokseumawe menghadirkan bazar UMKM, sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal agar semakin berdaya saing,” kata Prabu.

Untuk memeriahkan bazaar, lanjut Prabu, Bank Indonesia juga menyelenggarakan program QRIS Experience, yang memberikan potongan transaksi Rp30 ribu bagi 500 pengunjung pertama setiap hari. Sedangkan kegiatan pasar murah sebagai bagian dari langkah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Lhokseumawe dalam mendukung upaya pengendalian inflasi, dan menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok selama Ramadan.

“Kegiatan ini merupakan ajang sinergi dan kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Kota Lhokseumawe, serta berbagai mitra untuk meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah, mendorong digitalisasi ekonomi, menjaga kelancaran peredaran uang rupiah, serta memperkuat upaya pengendalian inflasi di daerah,” ujar Prabu.

Pada kesempatan itu, KPwBI Lhokseumawe juga menyerahkan zakat pegawai senilai Rp27.450.000 kepada Baitul Mal Kota Lhokseumawe. Juga dirangkai dengan soft launching Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) di salah satu kafe Lhokseumawe sebagai upaya memperkuat ekosistem halal dan mendorong peningkatan standar UMKM di daerah.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, A. Haris, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe yang telah menyelenggarakan PASE Fest untuk pertama kalinya di Kota Lhokseumawe.

“Penyelenggaraan ini bukan hanya menghadirkan rangkaian kegiatan ekonomi syariah, tetapi juga menjadi bagian dari syiar Islam yang memberikan nilai manfaat luas bagi masyarakat. Kami juga mengapresiasi berbagai kegiatan seperti bazar UMKM, edukasi pembayaran digital, edukasi ekonomi syariah, serta beragam perlombaan yang melibatkan generasi muda,” ungkap Haris.

Menurutnya, aktivitas tersebut merupakan langkah nyata dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah, membantu mendorong pertumbuhan UMKM, serta menjadi upaya bersama dalam memperkuat pemulihan ekonomi daerah. Pemko Lhokseumawe menegaskan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan PASE Fest, serta mendorong agar kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.

“Kami meyakini bahwa semakin banyak UMKM yang terlibat, maka semakin tumbuh pula ekonomi masyarakat dan semakin kuat ekosistem ekonomi syariah di Kota Lhokseumawe,” kata Haris.[]