BerandaBerita AcehBI Lhokseumawe Paparkan Realisasi Pertumbuhan Ekonomi Aceh

BI Lhokseumawe Paparkan Realisasi Pertumbuhan Ekonomi Aceh

Populer

LHOKSEUMAWE – Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe menyampaikan data realisasi pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di wilayah kerja Kantor Perwakilan (KPw) BI Lhokseumawe. Data itu disampaikan Kepala KPw BI Lhokseumawe, Gunawan, di kantornya, Rabu, 20 Maret 2024.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi) 2024, dan Kick Off Serambi dilaksanakan di halaman Museum Kota Lhokesumawe, dihadiri Penjabat Wali Kota Lhokseumawe, A. Hanan.

Gunawan mengatakan pada 2024 pertumbuhan perekonomian Indonesia akan tetap kuat sejalan dengan keyakinan konsumsi masyarakat yang kondusif dan membaiknya kinerja ekspor. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-5,5 persen.

“Perekonomian Aceh pada triwulan IV 2023 tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Secara keseluruhan tahun, ekonomi Aceh tumbuh 4,23 persen meningkat dibanding tahun 2022 sebesar 4,21 persen. Provinsi Aceh masih mengalami defisit perdagangan antardaerah pada 2023 sebesar Rp4,68 triliun, menurun signifikan bila dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp20,49 triliun,” kata Gunawan dalam keterangannya kepada wartawan di Kantor BI, Rabu.

Menurutnya, defisit utamanya berasal dari pembelian cerutu dan sigaret, buah dan kernel kelapa sawit, alat transportasi, motor, dan mobil. Namun, defisit lebih lanjut dapat ditahan dengan penjualan beberapa komoditas seperti minyak kelapa sawit mentah, buah dan kernel kelapa sawit, kopi (roasted).

Secara spasial, pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di wilayah kerja KPw BI Lhokseumawe sebagian besar masih berada di bawah pertumbuhan ekonomi Aceh. Terdapat tiga kabupaten yang mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi dari Provinsi Aceh, yaitu Aceh Tengah (5,60 persen) sekaligus yang tertinggi di Provinsi Aceh, Bener Meriah (5,22 persen), dan Bireuen (4,38 persen).

Gunawan menyebut dari sisi inflasi bahwa inflasi nasional menurun dan terjaga dalam kisaran sasaran. Hal ini tidak lepas dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID), melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah.

“Adapun di Aceh berdasarkan data BPS, inflasi tahunan Provinsi Aceh mencatatkan angka 2,33 persen (yoy) pada Februari 2024, meningkat dibandingkan Januari 2024 yang sebesar 2,12 persen (yoy). Komoditas beras, Sigaret Kretek Mesin (SKM), tomat, cabai merah, dan gula pasir menjadi komoditas yang memberikan andil inflasi tertinggi. Hal ini utamanya diakibatkan oleh kondisi cuaca yang berdampak pada pergeseran musim tanam dan panen serta peningkatan permintaan,” ujar Gunawan.

Di samping itu, kata Gunawan, menghadapi momentum bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah/2024, permintaan uang rupiah cukup tinggi. Untuk itu, Bank Indonesia telah menetapkan tiga strategi yang dikemas dalam kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi) meliputi, pemenuhan kebutuhan uang rupiah, tersedianya uang dalam jumlah nominal yang cukup, pecahan sesuai, kondisi layak edar, dan tepat waktu bagi masyarakat.

“Pelaksanaan layanan kas, BI bekerja sama dengan seluruh perbankan akan melakukan kegiatan layanan kas keliling bersama, dan pembukaan loket penukaran uang baru bagi masyarakat di wilayah kerja KPw BI Lhokseumawe. Dan, penyelenggaraan kegiatan Cinta, Bangga, Paham (CBP) rupiah edisi Ramadan, di mana komunikasi CBP diarahkan untuk penyebaran pesan Bijak Berbelanja dengan tagline “Bijak Gunakan Rupiah di Bulan Penuh Berkah” dalam rangka turut serta dalam pengendalian inflasi,” ungkap Gunawan.

Kebutuhan Penukaran Uang untuk Lebaran

Gunawan mengungkapkan
pemulihan ekonomi yang berlanjut tercermin dari kebutuhan uang di wilayah kerja KPw BI Lhokseumawe pada periode Ramadan dan Idulfitri tahun ini diperkirakan sebesar Rp2,2triliun, meningkat 15,8 persen dibandingkan tahun lalu (2023) senilai Rp1,9 triliun. Hal ini merupakan tugas Bank Indonesia untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah di masyarakat dalam jumlah dan nominal yang cukup, pecahan sesuai dan kondisi layak edar.

“Sebaran loket layanan penukaran uang oleh perbankan di wilker BI Lhokseumawe berjumlah 29 titik penukaran bekerja sama dengan perbankan, yang tersebar di beberapa kabupaten/kota, yaitu Lhokseumawe, Langsa, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang. Khusus bagi perbankan yang berada di Lhokseumawe, dapat kami informasikan bahwa untuk layanan kas keliling akan dilaksanakan pada 25 Maret hingga 4 April 2024 di area parkir Lapangan Hiraq, Kota Lhokseumawe secara bersamaan,” kata Gunawan.

Selain lokasi tersebut, Gunawan menyebut terdapat lima lokasi lainnya yang akan melayani kas keliling Bank Indonesia secara bergantian, yaitu di sekitar Pasar Kota Lhokseumawe, Pasar Krueng Geukueh, Pasar Lhoksukon, Pasar Geudong, dan Museum Kota Lhokseumawe. Mekanisme pemesanan penukaran uang oleh masyarakat umum di layanan kas keliling Bank Indonesia dilakukan melalui website Pintar (www.pintar.bi.go.id) dan memilih jadwal yang tersedia. Penukaran uang dapat dilakukan dengan paket sebesar Rp4 juta yang terdiri dari pecahan Rp1.000 hingga Rp10.000, masing-masing 100 lembar dan 50 lembar pecahan Rp20.000 serta 20 lembar pecahan Rp5.000.

“Layanan penukaran uang rupiah tidak dipungut biaya apapun. Demi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat, kami mengimbau agar penukaran uang rupiah hanya dilakukan di tempat-tempat resmi yang telah kami sediakan,” ucap Gunawan.[](rilis)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya