SIGLI – Bidan Nursiah (45) diketahui sering terlibat adu mulut dengan suaminya, HAM, 35 tahun. Dia akhirnya ditemukan tewas dengan sejumlah luka bacokan di rumahnya, di Gampông Blangong Basah, Ujong Rimba, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Selasa, 29 Agustus 2017 sekira pukul 15:00 WIB.

Baca: Seorang Bidan Ujong Rimba Tewas Bersimbah Darah

Berdasarkan keterangan Kapolsek Mutiara Timur AKP Aiyub, pihaknya terus memdalami kasus pembunuhan yang menewaskan bidan asal Bireuen pada Selasa, 29 Agustus 2017 lalu, dengan meminta keterangan sejumlah saksi.

Meski sejauh ini pihaknya belum bisa menyimpulkan apa motif HAM membacok istrinya itu. Namun kata AKP Aiyub, menurut keterangan saksi, pasangan itu baru menikah delapan bulan dan kurang harmonis rumah tangganya.

Seorang anak Nursiah dari suami sebelumnya kepada polisi mengaku sering melihat ibunya bertengkar. Namun korban takut akan disiksa lebih berat jika dilaporkan kepada pihak lain. Bahkan kepada anaknya, korban meminta hal itu jangan sampai diketahui orang lain.

“Karena takut dibunuh ibunya, anak korban tidak berani mengungkap pertengkaran ibu kandung dengan ayah tirinya itu,” kata Aiyub menjelaskan keterangan saksi.

Pertengkaran rumah tangga mereka memang sudah diketahui warga di sana, tetapi warga tidak lagi peduli, apalagi HAM dikenal temperamen dan beringas. Warga tidak berani berurusan dengan HAM.

“Karena pelaku berwatak keras, temperamen tinggi, warga tidak berani ikut campur termasuk melerai mereka bertengkar,” imbuh Aiyub.

Di hari naas itu, korban yang sedang berada di Bireuen dijemput pelaku dan membawa ke rumah orang tuanya di Gampông Blangong Basah.

“Sekira pukul 09:00 Wib, pelaku yang berprofesi supir truk itu membawa pulang korban dari Bireuen ke Gampông Blangong Basah,” cerita Kapolsek.

Di rumah itulah kata AKP Aiyub terjadi pertengkaran lagi antara suami-istri hingga berujung pembunuhan secara brutal terhadap istrinya. Korban sudah berupaya lari untuk menyelamatkan diri dengan masuk ke sebuah kamar. Namun HAM yang sudah kehilangan kendali mengejar dan mendobrak pintu tempat persembunyian korban dan langsung menghajar secara beringas, “korban dibacok berulang kali hingga tewas bersimbah darah,” jelas Kapolsek.

Sementara hasil pemeriksaan medis RSU Tgk Abdullah Syafii Mutiara, korban mengalami lima luka tusuk dan bacokan di tubuhnya. Polisi masih terus memburu pelaku yang diduga kabur setelah menghabisi istrinya.[]