BANDA ACEH — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BkkbN) Aceh, melantik 584 Penyuluh Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dari 22 kabupaten kota di Aceh. Pelantikan dilakukan Kepala Perwakilan BkkbN Aceh, Sahidal Kastri, di halaman kantor tersebut, Selasa, 30 Januari 2018.

Sahidal mengatakan, setelah diambil sumpah dan pelantikan, para penyuluh KKBPK secara resmi telah menjadi bagian dari BkkbN, namun secara pelaksanaan tugas di lapangan bertanggung jawab terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing daerah.

“Dengan bergabungnya penyuluh KKBPK dengan BkkbN, jelas ini sangat membantu kami dalam mempercepat tercapainya program KKBPK di Aceh khususnya,” kata Sahidal dalam pidatonya.

Dia juga mengatakan, selain itu, BkkbN akan terus melakukan koordinasi dan evaluasi dengan OPD KB kabupaten kota terhadap kinerja Penyuluh KKBPK di lapangan.

“Jika di lapangan nanti ada kendala, silakan sampaikan kepada kami sehingga BkkbN segera mencari solusinya,” katanya.

Sahidal berharap, penyuluh KKBPK terus menjalin koordinasi dengan lintas sektor dengan baik, cermat, dan tepat. Sebab menurutnya, kunci keberhasilan BkkbN menjalankan program KKBPK adalah koordinasi dan komunikasi yang dilakukan dengan menjalin hubungan yang baik, dari antar lintas sektor maupun antara internal BkkbN sendiri.

“Bukan saja koordinasi dan komunikasi yang baik, kunci komunikasi harus perlu dukungan di dalam intenal BkkbN sendiri. Sebab program KKBPK mengarahkan campur tangan lintas sektor.”

“Kepada penyuluh saya berharap akan lebih memahami pokok dan fungsi kerjanya. Serta terus asa kemampuan kopetensi, kualifikasi, dan potensi diri, sehingga program KKBPK yang didukung dengan Sistim Informasi Keluarga atau SIGA bisa ter-entri tanpa kendala,” ujarnya.

Sementara itu, penyuluh KKBPK dari Aceh Utara, Hasbi Nur, 56 tahun, mengatakan, dengan dilantiknya ia bersama penyuluh lainnya, merupakan angin segar. Sejak menjadi penyuluh mulai 2010, dia menilai selama ini penyuluh di daerah umpama 'anak ayam kehilangan induknya'.

“Ini harapan kami sejak dulu agar kami bisa segera bergabung kembali ke BkkbN, dan alhamdulillah hari ini kami telah dilantik, bagi saya pribadi lega rasanya. Semoga tidak saja kualitas SDM yang meningkat tetapi juga kesejahteraan,” ujar Hasbi.

Hal senada juga dikatakan Arniza Rahma, yang mengaku sudah menjadi relawan penyuluh KKBPK dari Aceh Barat, sejak 2005 dan diangkat pada 2013 lalu sebagai PKB.

Dia berharap bukan saja kapasitas yang terus ditingkatkan melalui pelatihan-pelatihan, tetapi juga kuantitas penyuluh di daerahnya yang menurutnya jumlah masih sedikit dibandingkan jumlah desa yang ada di 12 kecamatan di Aceh Barat.

“Kendala kita soal jumlah tenaga yang masih sedikit, kadang kami satu orang menanggani 13 hingga 43 desa. Sehingga penyuluhan yang kami lakukan masih kurang maksimal,” ujarnya.

“Sekarang ini jumlah PNS delapan orang dan relawan 17 orang. Seharusnya satu orang itu menanggani dua atau tiga desa dari 321 desa dan 12 kecamatan yang ada di Aceh Barat,” ujarnya Arniza.[]